Pertumbuhan dan perkembangan




Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan yaitu bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa. Bersifat kuantitatif Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
Perkembangan yaitu suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks), bersifat kualitatif, reversibel (dapat kembali ke keadaan semula), dan tidak dapat diukur.
Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.
Pada tumbuhan, perkembangan ini menghasilkan bermacam-macam jaringan dan organ tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies yang lain.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam, seperti:
Faktor Luar
1.        Air dan Nutrisi
Tumbuhan membutuhkan air dan nutrisi untuk  pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara.
Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu zat-zat organik dan anorganik. Zat organik, seperti C, H, O, dan N, sedangkan zat anorganik, seperti Fe, Mg, K, dan Ca. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).
2.        Cahaya
Cahaya sangat diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Proses ini menghasilkan zat makanan yang diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhannya dan untuk disimpan sebagai cadangan makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang.
3.        Suhu
Suhu mempengaruhi kerja enzim sehingga mempengaruhi mmetabolisme di dalam tumbuhan. Metabolisme tumbuhan akan bekerja paling baik di dalam kisaran suhu optimum.
4.        Kelembaban
Kelembaban rendah di lingkungan menyebabkan penguapan tinggi sehingga penyerapan air dan minerar juga semakin tinggi. Akan tetapi kelembaban yang terlalu rendah dapat menyebabkan tumbuhan juga kekurangan air sehingga layu.
Faktor Dalam
1.        Genetik
Faktor genetik terdapat dalam gen. Gen terdapat di kromosom dalam inti sel. Gen ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan. Hal ini disebabkan karena gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Proses kimia dalam sel ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh tumbuhan.
2.        Hormon
Hormon adalah senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respons fisiologi pada tumbuhan. Hormon tumbuhan bermacam-macam, tetapi ada lima hormon tumbuhan yang sangat penting, yaitu:
a.        Auksin
Auksin adalah hormon yang berasal dari titik tumbuh tumbuhan, seperti ujung tunas, kambium, bunga, buah, dan ujung akar. Auksin berfungsi merangsang pertumbuhan sel ujung batang, pertumbuhan akar lateral dan akar serabut, dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Selain itu, auksin berfungsi mempercepat aktivitas pembelahan sel titik tumbuh dan menyebabkan diferensiasi sel menjadi xilem.
b.        Sitokinin
Sitokinin adalah zat tumbuh yang pertama kali ditemukan pada batang tembakau. Hormon ini memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1)  Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem. 2) Menunda pengguguran dan penuaan daun. 3) Memperkecil dominasi apikal sehingga mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun. 4) Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik. 5) Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah masa istirahat biji.
c.         Giberelin
Giberelin merupakan zat tumbuh yang memiliki sifat seperti auksin. Giberelin terdapat di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1) Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.   2) Mempengaruhi perkembangan bunga dan buah. 3) Mempengaruhi perkecambahan biji. 4) Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Untuk tumbuhan yang kerdil, jika diberi giberelin akan tumbuh secara normal.
d.        Gas Etilen
Gas etilen dihasilkan oleh buah yang sudah tua, tetapi masih berwarna hijau yang disimpan dalam kantung tertutup agar cepat masak. Gas etilen juga berfungsi memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, menunda pembungaan, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
e.         Asam Absisat
Asam absisat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tumbuhan. Hormon ini sangat diperlukan tumbuhan pada saat kondisi lingkungan tidak baik. Contohnya, pada saat musim kering atau musim dingin, tumbuhan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Hal ini dilakukan dengan cara mengatur penutupan dan pembukaan stomata, terutama pada saat kekurangan air.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan
Titik awal organisme tumbuhan adalah sel tunggal yang disebut zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi organisme multisel. Sel tersebut mengalami pembelahan menghasilkan sel yang lebih besar dan lebih kompleks. Sel terus mengalami pertambahan bobot, jumlah, banyaknya protoplasma serta tingkat kerumitan. Proses pertambahan ukuran sel tersebut disebut pertumbuhan.
Pertumbuhan dapat diukur dengan mengukur pertambahan volume atau massa. Pertambahan volume ditentukan dengan cara mengukur perbesaran ke satu atau dua arah seperti panjang dan luas. Misalnya, pengukuran tinggi batang dan luas daun. Pertambahan massa diukur dengan cara memanen seluruh tumbuhan atau bagian yang diinginkan dan menimbangnya sebelum air dari bagian itu menguap. Massa ini disebut sebagai massa segar. Pengukuran massa yang lebih  akurat adalah massa kering. Massa kering diukur dengan cara mengeringkan bagian tumbuhan yang baru dipanen selama 24– 48 jam pada suhu 70 – 80oC.
Selain mengalami per tumbuhan, sel-sel ter sebut juga melakukan deferensiasi, yaitu membentuk struktur dan fungsi tertentu (spesialisasi). Pertumbuhan dan deferensiasi sel menjadi jaringan, organ, sistem organ, dan organisme sering disebut sebagai perkembangan (morfogenesis). Jika tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tumbuhan tidak dapat mengubah dirinya dari sebuah sel menjadi semak, perdu, atau pohon rindang yang memiliki daya guna bagi lingkungan dan kehidupan manusia.
Tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya. Pertumbuhan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.         Bersifat kuantitatif (dapat dihitung atau dinyatakan dengan satuan bilangan).
b.        Terdapat pada jaringan meristem (untuk tumbuhan).
c.         Reproduksi secara mitosis.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup. Adapun ciri-ciri perkembangan adalah sebagai berikut:
a.         Bersifat kualitatif (tidak dapat diukur). 
b.        Terdapat pada alat perkembangbiakan/reproduksi.
c.         Reproduksi secara meiosis. Contoh dari perkembangan antara lain: terbentuknya bunga.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbiji diawali dengan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, menjadi biji, berkecambah, tumbuh menjadi tanaman kecil yang sempurna, dan berlanjut tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa akan berbunga dan berbuah. 
Pertumbuhan Terminal
Pada ujung akar dan batang tumbuhan berbiji yang sedang aktif tumbuh, terdapat tiga daerah pertumbuhan dan perkembangan. Daerah tersebut adalah daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.
Daerah Pembelahan, merupakan daerah yang paling ujung. Pada daerah ini terutama terjadi pembentukan sel-sel baru melalui pembelahan sel. Sel-sel di daerah pembelahan memiliki inti sel yang relatif besar, berdinding sel tipis, dan aktif membelah diri. Daerah pembelahan disebut pula daerah meristematik.
Daerah Pemanjangan, merupakan hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah pembelahan. Sel-sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga membentuk daerah pemanjangan. Sel-sel pada daerah ini lebih besar dibandingkan dengan sel-sel pada daerah meristem. Daerah Diferensiasi, terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi. Artinya sel-sel telah berubah bentuk sesuai fungsinya. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, empulur, xilem dan floem. Sebagian sel lagi mengalami diferensiasi menjadi jaringan parenkim (jaringan dasar), jaringan penunjang seperti kolenkim dan sklerenkim. Dengan terjadinya diferensiasi sel maka terbentuklah berbagai jaringan tumbuhan.
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
Pertumbuhan Primer, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer. Titik tumbuh primer terdapat pada ujung akar atau ujung batang. Titik tumbuh primer telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Ujung akar dan ujung batang tempat terjadinya pertumbuhan merupakan daerah meristem apikal. Pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.  Berdasarkan titik tumbuh tumbuhan, terdapat dua teori titik tumbuh pada tumbuhan, yaitu :
1.        Teori Histogen
Teori ini dikemukakan oleh Hanstein. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan organ tubuh tumbuhan dibentuk oleh tiga lapisan pembentuk jaringan, yaitu:
a.         Dermatogen, yakni lapisan luar yang membentuk epidermis.
b.        Periblem, yakni lapisan dalam yang membentuk korteks.
c.         Pleuron, yakni lapisan dalam yang membentuk stele.
2.        Teori Tunika Korpus
Teori ini dikemukakan oleh Schmidt yang menyatakan bahwa pertumbuhan organ tubuh tumbuhan yang dibentuk ada dua lapisan pembentuk jaringan, yaitu :
a.         Tunika, yakni lapisan luar yang membentuk epidermis dan korteks.
b.        Corpus, yakni lapisan dalam yang membentuk stele.
Pertumbuhan Sekunder, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan jaringan kambium. Jaringan kambium bersifat meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah. Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar (Gambar 2.5). Pada tumbuhan dikotil berkayu, pertumbuhan sekunder terjadi karena adanya aktivitas sel-sel meristem diantara xilem dan floem. Xilem dibentuk ke arah dalam dan floem dibentuk ke arah luar. Pertumbuhan di bagian dalam lebih cepat daripada pertumbuhan di bagian luar, sehingga mengakibatkan jaringan epidermis dan korteks pada kulit terluar akan rusak (pecah).
Metagenesis Pada Tumbuhan 
Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi generatif dan generasi vegetatif. Biasanya kedua generasi ini berbeda morfologinya. Metagenesis pada tumbuhan yang bisa kita lihat dengan jelas yaitu pada tumbuhan lumut dan paku. Lumut dan paku memiliki generasi generatif yang disebut gametofit dan generasi vegetatif yang disebut sporofit.
Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Generasi sporofitnya yaitu protalium.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini diawali dari proses fertilisasi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
1.        Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Zigot selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan organogenesis. 
Pembelahan (cleavage). Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. 
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula.  Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula. Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Gastrulasi. Dalam perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh.
Organogenesis. Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indera. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah. Dan alat ekskresi. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, dan alat-alat pernapasan. Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks. Pada mammalia, embrionya memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap kekeringan, goncangan, membantu pernapasan, ekskresi, serta fungsi penting lainnya selama berada di dalam rahim induknya.
2.        Pertumbuhan dan Perkembangan Pasca Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi (alat-alat kelamin), dan biasanya pula hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja.
Pada golongan hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pada golongan hewan tersebut pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik merupakan tahap pembentukan larva sebelum tumbuh dan berkembang menjadi hewan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva ini dikenal dengan metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah serangga dan katak.
Metamorfosis dan Metagenesis pada Hewan
Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oelh hewan dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa. 
1.        Metamorfosis pada Serangga
Pada beberapa serangga seperti kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah, dan kumbang, bentuk larva dan dewasa sering hampir tdak ada kemiripan. Sedangkan pada beberapa serangga lainnya seperti belalang, lipas (kecoa), dan jangkrik, bentuk larva (nimfa) mirip bentuk dewasa. Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik, yaitu pergantian kulit yang disebut molting. Serangga biasanya mengalami empat kali molting. Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelang dewasa. Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi sehingga sudah mampu untuk bereproduksi.
Berdasarkan kemiripan bentuk larva dan dewasa, metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis Sempurna (holometabola). Pada metamorfosis sempurna, serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahan-perubahan yang mencolok pada bentuk luar dan organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Metamorfosis sempurna perubahannya adalah sebagai berikut :
Telur larva pupa (kepompong), imago (dewasa), telur menetas menjadi larva. Larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain : kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah dan kumbang.
Gambar 2.8. Metamorfosis pada kupu-kupu
Metamorfosis Tidak Sempurna (hemimetabola). Pada metamorfosis tidak sempurna, serangga mengalami perubahan bentuk dari telur hingga dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. 
2.        Metamorfosis Katak
Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa.
3.        Metagenesis
Metagenesis pada hewan pada dasarnya sama dengan metagenesis pada tumbuhan. Hewan mengalami pergiliran generasi, yaitu fase generatif (seksual) dan fase vegetatif (aseksual) secara bergantian. Hewan yang mengalami metagenesis misalnya golongan Cnidaria. Contoh hewannya yaitu Hydra dan Ubur-ubur. Perhatikan Gambar 2.9. Ubur-ubur memiliki dua fase dalam daur hidupnya, yaitu medusa dan polip. Medusa merupakan fase seksual (generatif) dan polip merupakan fase aseksual (vegetatif).

 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut. Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu : 
1.        Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2.        Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3.        Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4.        Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama. 
Tahap-Tahap Perkembangan Manusia
Tahapan Perkembangan pada masa embrio. Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm. Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm. Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram. Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm. Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi). Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina. Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram. Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
Tahap Perkembangan Pada Masa Anak-Anak
Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi. Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap.  Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara. Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.
Tahap Perkembangan Pada Masa Remaja (Pubertas)
Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak. Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang. Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :
a.         Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.
b.        Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.
c.         Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.
d.        Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.
e.         Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.
f.         Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.
g.        Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
·           Pinggul yang membesar dan membulat
·           Dada yang semakin nampak menonjol
·           Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
·           Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
·           Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
·           Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

Tahap Perkembangan Masa Dewasa
Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri. ‘Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua.
Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya. Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif. Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).
Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity). la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya). Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
Perkembangan Pada Masa Lanjut Usia
Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998). Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat. Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. 

Jamur


 Jamur (Fungi)

Jamur banyak terdapat di lingkungan sekitar kita dengan berbagai macam bentuk, ada yang seperti payung, bola, gada, dan sebagainya. Jamur biasa hidup pada lingkungan yang lembap dan kaya akan sisa-sisa organik, pada kayu yang sudah lapuk, tempat pembuangan sampah, serta banyak tumbuh pada saat musim hujan. Jamur memiliki kingdom tersendiri dan dipisahkan dari kingdom Plantae, itu dikarenakan jamur tidak memiliki klorofil, sehingga pada saat terjadi proses penyusunan makanan jamur tidak membutuhkan cahaya matahari. Jamur memperoleh makanan dari sisa-sisa organik (heterotrof saprofit) dan juga dari organisme lain (heterotrof parasit).
Jamur (fungi) merupakan istilah yang digunakan untuk memberikan nama pada organisme yang mirip tumbuhan yang tidak memiliki klorofil. Menurut klasifikasi Margulis dan Schwartz (dalam Maryati, 2004:113), kingdom Fungi merupakan kingdom yang terdiri atas organisme yang memiliki ciri-ciri seperti: organisme eukariotik yang menghasilkan spora, dinding selnya berupa kitin, dan tidak mempunyai flagela dalam daur hidupnya.
Kingdom Fungi terbagi kedalam empat divisi yang dibedakan atas struktur hifa dan struktur penghasil sporanya. Keempat divisi tersebut adalah:

1.         Divisi Zygomycota
Memiliki satu kelas yakni kelas Zygomycetes. Mampu membentuk spora istirahat yang berdinding tebal (zigospora), merupakan hasil peleburan antara dua gametangium yang sama atau berbeda. Berhabitat di darat, tanah, atau pada sisa organisme yang telah mati. Zygomycetes merupakan kelompok utama yang membentuk mikoriza. Struktur tubuhnya memiliki miselium yang bercabang dan hifa tak bersekat. Siklus reproduksinya dilakukan dengan cara seksual dan aseksual. Secara seksual melalui pembentukan zigospora sebagai hasil peleburan (konjugasi) hifa (+) dan hifa (-), merupakan spora istirahat yang memiliki dinding tebal. Sedangkan secara aseksual menggunakan spora dalam sporangium/konidium : konidiospora.

Beberapa spesies yang tergolong anggota Zygomycetes, misalnya Rhizopus nigricans (jamur roti) dan Rhizopus stolonifer (jamur tempe).

2.         Divisi Ascomycota
Divisi ini bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersepta. Melakukan reproduksi dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual dilakukan secara oogami dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) membentuk askospora berjumlah delapan. Sedangkan reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan konidium membentuk konidiospora, yakni spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa. Pada umumnya askus dibentuk di dalam tubuh buah yang disebut askokarp atau askoma. Ada empat macam tipe askokarp, yaitu apotesium, peritesium, kleistotesium, dan askostroma. Berdasarkan tipe askokarp ini, Ascomycota digolongkan menjadi tiga kelas, yakni:
1)        Hemiascomycetes, tidak membentuk askokarp, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa semu. Pada reproduksi aseksual, sel anak dapat memisahkan diri atau tetap melekat sambil melangsungkan pertunasan bersama sel induk, sehingga membentuk koloni. Secara seksual, selnya dapat berfungsi sebagai askus, nukleus yang diploid dapat melangsungkan pembuahan meiosis sehingga terbentuk sel anakan haploid. Contoh spesiesnya adalah Saccharomyces cerevisiae (khamir roti).
2)        Plectomycetes, memiliki askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium. Reproduksi aseksual melalui pembentukkan konidium dalam rantai pada konidiofor. Sedangkan reproduksi seksualnya dengan spora yang terbentuk didalam askus. Yang termasuk kelas Plectomycetes adalah Aspergillus dan Penicillium.
3)        Pyenomycetes, memiliki askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora) yang biasa disebut dengan peritesium. Contoh spesies yang termasuk kelas ini adalah Neurospora sitophila (bahan untuk membuat oncom merah dari ampas tahu).

3.         Divisi Basidiomycota
Divisi ini sebagian besar makroskopis, memiliki hifa septat dengan sambungan apit, dan seluruh basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp. Berkembang biak secara seksual dengan membentuk basidiospora, yaitu spora yang dihasilkan pada basidium yang terdapat dibagian bawah bilah dari tudung, umumnya berjumlah 2 – 4 buah, berinti tungal. Secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa. Yang tergolong divisi Basidiomycotina adalah Volvariella volvaceae (jamur padi).

4.         Divisi Deuteromycota
Divisi ini disebut sebagai fungi imperfecti karena belum diketahui adanya reproduksi seksual, hifa septat, atau uniseluler. Reproduksi jamur ini melalui aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus (konidiofor). Contoh spesiesnya adalah  Epidermophyton (penyebab penyakit pada sela jari kaki) dan Mycosporium (penyebab penyakit kurap).

Simbiosis Jamur
Yang termasuk ke dalam divisi ini adalah golongan lumut kerak (Lichenes). Merupakan simbiosis mutualisme antara sel ganggang dengan jamur, dimana hubungan antara kedua organisme ini adalah sedemikian rupa hingga membentuk suatu talus tunggal. Komponen fungi disebut mikobion dan komponen alga disebut fikobion. Yang termasuk mikobion sebagian besar adalah Ascomycetes, sedangkan fikobionnya adalah Chlorophyceae yang bersel tunggal. Talus Lichenes dapat memperbanyak diri dengan fragmentasi talusnya, dengan diaspora. Lichenes bisa digunakan sebagai makanan hewan, bahan pewarna, dan bahan parfum, serta sebagai indikator tingkat polusi.
Selain Lichenes, terdapat juga mikoriza yang merupakan simbiosis antara jamur dengan akar tanaman. Jamur tersebut biasanya dari golongan Zygomycotina. Ditinjau dari strukturnya terdapat dua tipe mikoriza, yakni:
1)        Ektomikoriza, contohnya jamur yang bersimbiosis dengan tanaman pinus.
Endomikoriza, contohnya jamur yang bersimbiosis dengan akar yang hifanya menembus sampai sel-sel korteks.

Konservasi Sumber Daya Alam




Konservasi SumberDaya Alam

1.   Pengertian Konservasi
Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.
Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut.
Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas. Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan.


Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :
a.    Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar.
b.    Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan.
c.    Melindungi benda-benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan, memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak.
d.    Melindungi benda-benda (dalam hal ini benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala) dari kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.
Secara keseluruhan, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (KSDAH) adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. KSDAH ataupun konservasi biologi pada dasarnya merupakan bagian dari ilmu dasar dan ilmu terapan yang berasaskan pada pelestarian kemampuan dan pemanfaatannya secara serasi dan seimbang. Adapun tujuan dari KSDAH adalah untuk terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta kesinambungan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, perlu dilakukan strategi dan juga pelaksanaannya. Di Indonesia, kegiatan konservasi seharusnya dilakukan secara  bersama oleh pemerintah dan masyarakat, mencakup masyarakat umum, swasta, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, serta pihak-pihak lainnya. Selain itu Konservasi adalah segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik.
Konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan. Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan, kawasan itu sendiri mempunyai pengertian yakni wilayah dengan fungsi utama lindung atau budidaya.Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan, dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan  pembangunan berkelanjutan. Kawasan budidaya  adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.


Ruang Lingkup Sumber Daya

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.
A. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
-    sumber daya alam hayati / biotic adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.
contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
-    sumber daya alam non hayati / abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
-    sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
-    sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
-    Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
- sumber daya alam penghasil bahan baku
adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
- sumber daya alam penghasil energy
adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
Sifat atau ciri-ciri sumber daya alam di Indonesia yang menonjol ada dua macam, yaitu penyebaran yang tidak merata dan sifat ketergantungan antara sumber daya alam. Sumber daya alam sendiri dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya menjadi dua golongan, yaitu sumber daya alam yang dapat pulih dan sumber daya alam yang tak dapat pulih. Sumber daya alam buatan adalah  hasil pengembangan dari sumber daya alam hayati dan/atau sumber daya alam  non hayati yang ditunjuk untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan/atau kemampuan daya dukungnya, antara lain hutan buatan, waduk, dan jenis unggul.
Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia mulai tahun 1970-an konservasi sumber daya alam di Indonesia berkembang dan memiliki suatu  strategi yang bertujuan untuk:
a.    Memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan.
b.   Menjamin keanekaragaman genetik.
c.    Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem
Peranan kawasan konservasi dalam pembangunan meliputi:
a.    Penyelamatan usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.
b.   Pengembangan Ilmu pendidikan
c.    Pengembangan kepariwisataan dan peningkatan devisa.
d.   Pendukung pembangunan bidang pertanian.
e.    Keseimbangan lingkungan alam.
f.    Manfaat bagi manusia.
Berdasarkan Pasal 5 UU No. 5 tahun 2000 dan Strategi Konservasi Dunia  kegiatan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya meliputi kegiatan:
a.    Perlindungan proses-proses ekologis yang penting atau pokok dalam sistem-sistem penyangga kehidupan.
b.   Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa berserta ekosistemnya.
c.    Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Kawasan dan Kegiatan Konservasi Hayati
Akan tetapi usaha-usaha konservasi menjadi rmit dan kompleks dengan adanya kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh setiap orang dimuka bumi ini. Para konservasionis murni akan memilih untuk melakukan pembangunan total pada kehidupan alam, akan tetapi kenyataan politik dan ekonomi memaksa bahwa pendekatan ini tidak dapat dilaksanakan. Pada kenyataannya, tiga nilai yang terkandung dalam konsep konservasi, yaitu melindungi, memanfaatkan dan mempelajari masih belum berjalan secara seimbang. Nilai pemanfaatan jauh lebih banyak diterapkan dalam usaha-usaha konservasi dimana saja, terutama di negara-negara berkembang. 

Keanekaragaman Hayati


KEANEKA RAGAMAN HAYATI

1.   Definisi Keanekaragaman Hayati
Adalah: keanekaragaman makhluk hidup dan hal-hal yang berhubungan dengan ekologinya, dimana makhluk hidup tersebut dapat. Keanekaragaman hayati mencakup tiga sikapan yaitu:
1.      Keanekaragaman genetik, merupakan keanekaragaman yang paling hakiki, karena keanekaragaman ini dapat berlanjut dan bersifat ditunkan.
         Keanekaragaman genetik ini berhubungan dengan keistimewaan ekologi dan proses evolusi.           
2.      Keanekaragaman jenis, meliputi flora dan fauna. Beraneka ragam jenis memiliki perilaku, strategi hidup, bentuk, rantai makanan, ruang dan juga ketergantungan antara jenis satu dengan yang lainnya. Adanya keanekaragaman yang tinggi akan menghasilkan kestabilan lingkungan yang mantap.
3.      Keanekaragaman Ekosistem, tercakup didalamnya genetic, jenis beserta lingkungannya. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman hayati yang paling kompleks. Berbagai keanekaragaman ekosistem yang ada di Indonesia misalnya ekosistem hutan dan pantai, hutan payau (mangrove), hutan tropika basah, terumbu karang, dan beberapa ekosistem pegunungan, perairan darat maupun lautan. Pada setiap ekosistem terhadap berbagai jenis organisme, baik flora maupun fauna, dan mereka memiliki tempat hidup yang unik.
Keanekaragaman hayati juga bersifat multidimensi. Hal ini digambarkan oleh beragamnya definisi/ pengertian yang telah di kemukakan. Kesamaan  diantara berbagai pengertian yang telah di kemukakan. Kesamaan di antara berbagai pengertian keanekaragaman hayati adalah tiga komponen prinsip,  yaitu ekosistem, jenis, dan gen. Tiga komponen prinsip ini juga diacu di dalam pengertian keanekaragaman hayati menurut konvensi keanekaragaman hayati.
Pengertian menurut Konvensi ini adalah:
“Keanekaragaman hayati ialah keanekaragaman di dalam makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem perairan         lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragaman, mencakup keanekaragaman di dalam jenis, antara jenis dan ekosistem”
Dalam pengertian lain; keanekaragaman hayati merujuk pada keanekaragaman semua jenis tumbuhan, hewan dan jasad renik (mikroorganisms), serta proses ekosistem dan ekologis dimana mereka menjadi bagiannya. Keanekaragaman genetik (didalam jenis) mencakup keseluruhan informasi genetik sebagai pembawa sifat keturunan dari semua makhluk hidup yang ada. Keanekaragaman jenis berkaitan dengan keragaman organisme atau jenis yang mempunyai ekspresi genetis tertentu. Sementara itu, keanekaragaman ekosistem merujuk pada keragaman habitat, yaitu tempat berbagai jenis makhluk hidup melangsungkan kehidupannya dan berinteraksi dengan faktor abiotik dan biotik lainnya. Keanekaragaman hayati lebih dari sekedar jumlah jenis-jenis flora dan fauna. Keanekaragaman hayati Indonesia adalah sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sifatnya yang mampu memperbaiki diri merupakan keunggulan utama untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sejumlah  besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Konservasi keanekaragaman hayati, dengan demikian sangat penting dan menentukan bagi keberlanjutan sektor-sektor seperti kehutanan, pertanian, dan perikanan,  kesehatan,  ilmu    pengetahuan, industri dan kepariwisataan, serta sektor-sektor lain yang terkait dengan sektor tersebut.

2.  Keanekaragaman Hayati dan Kesejahteraan Manusia
Manusia tergantung kepada keanekaragaman hayati untuk pangan, energi, papan, obat-obatan, inspirasi dan banyak lagi kebutuhan lain. Keanekaragaman hayati dan manusia telah mempunyai keterkaitan yang erat dan saling  mendukung selama puluhan ribu tahun. Sumber daya hayati untuk pemenuhan kebutuhan hidup mempunyai karakter penting yaitu bersifat “renewable”, paling tidak jika dikelola dengan bijaksana. Cara masyarakat memanfaatkan keanekaragaman hayati menentukan kelestarian sumber daya ini, dan cara masyarakat mengelolanya akan menentukan produktivitas sumber daya yang penting ini dan kelestarian fungsi-fungsi ekologisnya.
Kegiatan manusia telah membantu terciptanya keanekaragaman  jenis dan plasma nutfah, dan telah meningkatkan komunitas hayati di dalam lingkungan yang tertentu melalui praktik pengelolaan sumber daya dan melalui domestikasi tumbuhan dan satwa. Disisi lain manusia juga telah menyebabkan menurunnya mutu keanekaragaman hayati beserta fungsi-fungsi ekologis yang di hasilkannya. Menurutnya mutu keanekaragaman hayati ini dapat dilihat dari laju kepunahan jenis dan viabilitas jenis-jenis yang masih bertahan.
Hubungan manusia dengan keanekaragaman hayati dapat di gambarkan dalam diagram siklus interaksi.  Dari sudut pandang antroposentris, interaksi dimulai dari faktor-faktor pendorong hubungan yang ada di masyarakat, seperti untuk pemenuhan kebutuhan, inspirasi dan fungsi-fungsi ekologis sebagai pendukung kehidupan. Faktor pendorong ini akan mempengaruhi dampak kegiatan manusia pada keanekaragaman hayati. Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan hidupnya akan meningkatkan dampak kegiatan manusia pada keanekaragaman hayati; dampak tersebut kemudian akan mempengaruhi kondisi dan dinamika keanekaragaman hayati, yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai dan fungsi keanekaragaman hayati dan pada akhirnya akan mempengaruhi pula ketersediaan dan kualitas keanekaragaman hayati dalam memenuhi kebutuhan manusia dan juga dalam menjamin kelestariannya. Sementara itu, kondisi dan dinamika, nilai-nilai dan dampak kegiatan manusia pada keanekaragaman hayati dapat pula diupayakan melalui peningkatan kepedulian masyarakat untuk menjadi faktor pendorong bagi berubahnya pola konsumsi efisiensi pemanfaatan sumber daya dan apresiasi masyarakat. Peningkatan kepedulian dan apresiasi akan mempengaruhi pula dampak kegiatan manusia, kondisi dan dinamika dan cara penilaian fungsi-fungsi keanekaragaman hayati melalui upaya-upaya tertentu dalam pengelolaan pendidikan dan lain sebagainya.

Perkembangbiakan Makhluk Hidup


PERKBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

Berkembang biak adalah suatu kemampuan makhluk hidup untuk memperbanyak jenisnya, atau menghasilkan keturunan. Tujuan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan. Hewan mengalami kepunahan karena pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. 
          Perkembangbiakan hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara Vegetatif dan Generatif. Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang belakang . 
       Cara perkembangbiakan hewan ada beberapa cara, di antaranya dengan cara 
  1. melahirkan (vivipar), 
  2. bertelur (ovipar), dan 
  3. bertelur melahirkan (ovovivipar), 
     serta ada yang berkembangbiak dengan cara membelah diri (fragmentasi). Perkembangbiakan secara Kawin (Generatif) Perkembangbiakan pada hewan  secara kawin diawali dengan pembuahan. Pembuahan terjadi jika sel kelamin betina (sel telur) dan sel kelamin jantan(spermatozoid) berbaur (bersatu). Hasil pembuahan ini disebut zigot. Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim wanita. Zigot tumbuh menjadi embrio (janin). Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru. Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu: Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina (Fertilisasi Internal). Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui). Contohnya: ayam dan burung. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betina (Fertilisasi Eksternal). Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya. Contohnya: katak dan ikan. Perkembangbiakan secara kawin pada hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut : Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur (Ovipar) Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar. Ayam dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil (Reptil binatang adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya) yang bertelur adalah penyu. Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Tidak mempunyai daun telinga Tidak mengalami masa mengandung Tidak memiliki kelenjar susu Mengerami telurnya Hewan yang Berkembangbiak dengan Melahirkan (Vivipar) Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tidak dikeluarkan dari tubuh. Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. Telur tersebut juga tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. Setelah telur itu dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang sempurna. Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. Setelah mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contoh hewan vivipar sapi, kucing, kambing, dan singa Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Memiliki daun telinga Memiliki kelenjar susu Mengalami masa mengandung Memiliki rambut/ bulu yang halus c. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar) Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur-melahirkan disebut dengan ovovivipar. Pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina. Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur. Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Proses ini di namakan kehamilan. Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk mengeluarkannya sebagai keturunan baru. Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan masih terbungkus dalam cangkang telur .Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular. Perkembangbiakan Vegetatif 
       a. Membelah Diri (fragmentasi) Hewan yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan cara kawin. Contohnya, amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan pertama kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. Pembelahan ini menghasilkan dua sel yang kembar. Tiap sel hasil pembelahan menjadi individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak. Selain amoeba, ada juga hewan yang berkembang biak dengan cara pemisahan bagian tubuh, contohnya bintang laut. Bila bintang laut dibelah menjadi dua bagian, maka tiap bagian tubuhnya itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Cara perkembangbiakan dengan pemisahan bagian tubuh ini dinamakan fragmentasi. 
     b. Tunas. Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Kemudian, akan terbentuk mulut dan lengan (tentakel). Tunas yang belum dewasa ini mendapatkan makanan dari tubuh induknya. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

Sistem Organ Pada Manusia

GIZI Pada Manusia



KEBUTUHAN GIZI PADA MANUSIA

makanan adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Tubuh manusia terbentuk dari apa yang dimakan. Dari makanan itu pula dihasilkan tenaga atau energi yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dan untuk aktifitas fisik. kekurangan makan akan mengakibatkan terjadi gangguan kesehatan, oleh karena itu makanan juga tidak hanya makanan yang satu macam saja tapi makanan juga harus memiliki gizi yang cukup dan seimbang.

Gizi dalam pandangan Islam adalah ikhwat mengenai makan dan minuman yang berkaitan dengan kesehatan. Terkandung dalam makna di dalamnya bahwa diperlukan makanan yang sehat, makanan yang baik dan halal agar seseorang menjadi sehat.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat (2007: 17) menyebutkan bawah makanan setelah dikonsumsi proses pencernaan didalam alat pencernaan. Bahan makanan diuraikan menjadi zat gizi atau nutrient. Zat tersebut selanjutnya diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Fungsi umum zat gizi tersebut ialah :

1.      Sebagai sumber energi atau tenaga

2.      Menyumbang pertumbuhan badan

3.      Memelihara jaringan tubuh, menganti sel yang rusak

4.      Mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air, mineral dan asam-basa di dalam cairan tubuh

5.Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit sebagai antibodi dan antitoksin.

Terdapat penggolongan lain bahan makanan berdasarkan fungsi zat gizi tersebut, yaitu sebagai berikut :

1. Zat gizi penghasil energi, ialah karbohidrat, lemak dan protein. Zat gizi ini sebagian besar dihasilkan dari makanan pokok.

2. Zat Gizi Pembangun sel, terutama deperankan oleh protein. Oleh karena itu bahan makanan lauk pauk digolongkan makanan sumber zat pembangun.

3.Zat pengatur, termasuk di dalam vitamin dan mineral. Bahan pangan sumber mineral dan vitamin adalah buah dan sayur.

Gizi dalam pandangan ilmu kesehatan dikemukakan oleh beberapa ahli diantranya :
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat (2007: 14) menyebutkan bahwa zat gizi adalah bahan dasar yang menyusun makanan. Zat gizi yang dikenal ada 5, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin , dan mineral.
WJ Corputty (2001 :11) menjelaskan pengertian yang sama,  yang menyatakan bahwa “ gizi adalah segala hal yang berhubungan dengan makanan yang mempengaruhi kesehatan”. Kedua pengertian tersebut menjelaskan bahwa bila kita berbicara masalah gizi, maka kita tidak terlepas dari pembicaraan mengenai makanan yang mempengaruhi kesehatan tubuh.
Akan tetapi Sunita Almatsier (2001 : 3) membedakan kata gizi ke dalam 2 pengertian, yaitu : “Secara klasik, kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, sedangakan secara modern, kata gizi mempunyai pengertian yang luas disamping untuk kesehatan gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar dan produktivitas kerja”

Menurut Sunita Almatsier (2001 : 3) mengungkapkan bahwa :

1)Ilmu gizi (nutriotion Sicence), adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “Gizi” dan “makanan” jadi ilmu gizi yaitu ilmu yang berkaitan dengan makan di tubuh manusia.
2)Zat gizi (nutrient) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses kehidupan.
3)Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan unsur-unsur atau ikatan kimia, yang dapat diubah zat gizi oleh tubuh yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
4) Pangan  adalah semua bahan pangan yang dapat  dijadikan bahan makanan.
5) Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
6)Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Yang dibedakan antara status gizi buruk, kurang baik dan lebih.

Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan yang mengandung enam macam zat gizi itu, yaitu air karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin dalam hubungannya dengan dengan kesehatan dalam arti luas. Tirtawinata Tien  (2006 : 8)

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa gizi merupakan bahan dasar yang menyusun makanan dan yang berhubungan dengan makanan yang mempengaruhi kesehatan bagi tubuh. Zat gizi yang dikenal ada lima, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin , dan mineral.

Secara garis besar, fungsi ke enam nutrient untuk keperluan tubuh adalah sebagai berikut :

Nutrient berperan menghasilkan energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Energi ini diperlukan untuk aktifitas sehari-hari misalnya untuk berjalan, mandi, menulis, bekerja, olahraga dan aktfitas fisik lainnya. Untuk aktivitas internal tubuh sendiri diperlukan juga energi, yaitu untuk kerja organ-organ tubuh misalnya detak jantung, pernafas, pencernaan, pengaliran darah dan suhu tubuh. Oleh karena itu karbohidrat, lemak dan protein itu disebut sebagai zat tenaga.
Adapun nutrient yang berfungsi membangun tubuh, yatu membentuk semua sel-sel jaringan baru untuk pertumbuhan serta menganti jaringan yang sudah usang adalah terutama protein , vitamin, mineral dan air disebut sebagai zat      pembangun.
sebagai pengatur proses kimiawi tubuh misalnya mengatur keseimbangan cairan, mengatur rangsangan pada sel-sel saraf, melancarkan kerja enzim dan hormon serta mengatur pembentukan tulang dan gigi adalah vitamin, mineral, protein dan air. Zat-zat gizi berperan dalam proses pengaturan ini disebut sebagai zat pengatur. Tirtawinata Tien  (2006 : 8)
Disamping ke 3 fungsi di atas, zat gizi berperan untuk pembentukan zat kekebalan tubuh terhadap rangsangan berbagai kuman penyakit.

Kata gizi berasal dari kata bahasa arab, yaitu gizzah yang artinya zat makanan sehat (Irianto 2004:16). Selanjutnya Deswarni dan Gatot Kunanto (dalam I Dewa Nyoman Supariasa 2001) menyatakan bahwa gizi (nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal malalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Sedangkan pengertian dari zat gizi (nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan (Sunita Almatsir 2001:3).

Macam-macam zat gizi dan fungsinya
Pengelompokkan zat gizi dan fungsinya, seperti yang dikemukakan oleh Sjahmien Moehiji (2002:8-10) dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
1. Zat gizi pemberi energi, yaitu karbohidrat, lipida dan protein.
2. Zat gizi pembentuk sel jaringan tubuh (plastika), yaitu protein, berbagai macam mineral dan air.
3. Zat gizi sebagai pengatur fungsi dan reaksi biokimia dalam tubuh atau zat gizi stimulansia, yaitu berbagai macam vitamin.
Dan berdasarkan struktur kimianya, zat gizi yang terdapat dalam makanan terdiri dari 6 macam, yaitu karbohidrat, lipida (lemak), protein, vitamin, mineral dan air.
2.1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi utama sebagai sumber energi bagi tubuh. Terpenuhinya kebutuhan tubuh akan karbohidrat akan menentukan jumlah energi yang tersedia bagi setiap hari. Karbohidrat adalah zat organik yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O), dengan rumus molekulnya CH2O.
Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh seseorang bergantung pada usia dan pekerjaannya. Orang dewasa yang bekerja tidak terlalu berat membutuhkan rata-rata 8-12 gram per kilogram berat badan setiap hari. Dari jumlah kalori yang dibutuhkan sehari kurang lebih 60-65% terdiri dari karbohidrat 20% dari lemak dan 13% dari protein (W. J. Corputty 2001:12).
Adapun fungsi karbohidrat yaitu sebagai berikut :
 Karbohidrat sebagai sumber energi utama.
 Pengatur metabolisme lemak.
 Penghemat fungsi protein (protein sparer).
 Karbohidarat sebagai sumber utama bagi otak dan susunan saraf.
 Simpanan karbohidrat sebagai glikogen.
 Pengatur peristaltik usus dan pemberi muatan pada sisa makanan.
Sumber karbohidrat terbagi menjadi 2 bagian, yaitu nabati dan hewani. Karbohidrat nabati adalah karbohidrat yang diperoleh dari tumbuhan, misalnya padi-padian, umbi-umbian, kacang-kacangan dan gula. Sedangkan karbohidrat hewani adalah karbohidrat yang diperoleh dari hewan, misalnya daging, ikan, telur dan susu.
2.2. Lipida (Lemak)
Sama halnya seperti karbohidrat, lemak juga merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Didalam lemak, oksigen lebih sedikit dari pada yang terdapat dalam karbohidrat. Itulah sebabnya pada waktu pembakaran, lemak mengikat lebih banyak oksigen sehingga panas yang dihasilkan lebih banyak. Lemak yang disimpan dibawah kulit merupakan persediaan energi jangka panjang dan merupakan insulasi dalam tubuh. Lemak merupakan bahan penting dalam membran sel dan sifatnya tidak tidak dapat karat dalam air.
Setiap orang memerlukan rata-rata 1 gram lemak untuk tiap kilogram berat badan. Kelebihan lemak yang terlalu banyak menyebabkan bertambahnya berat badan yang tidak yang diinginkan. Orang yang terlalu gemuk mempunyai kecenderungan untuk menderita penyakit jantung, penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi (W. J. Corputty 2001:13).
Fungsi dari lipida (lemak) adalah sebagai berikut:
 Sumber energi.
 Sumber asam lemak esensial.
 Alat angkut vitamin larut lemak.
 Menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein.
 Memberi rasa kenyang dan kelezatan.
 Sebagai pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.
 Memelihara suhu tubuh.
 Pelindung organ tubuh.
Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan (minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung dan sebagainya). Mentega, margarin, dan lemak hewan (lemak daging dan ayam). Sumber lemak lain adalah kacang-kacangan, biji-bijian, daging dan ayam gemuk, dan sebagainya.
2.3. Protein
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dam merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya didalam otot, seperlima didalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh didalam kulit, dan selebihnya didalam jaringan lain dan cairan tubuh. Secara enzim berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah matriks intraseluler dan sebagainya adalah protein.
Protein terbentuk dari unsur-unsur organik yang hampir sama dengan karbohidrat dan lemak yaitu terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen akan tetapi di tambah dengan unsur nitrogen. Molekul protein tersusun dari satuan-satuan dasar kimia yaitu asam amino. Dalam molekul protein, asam-asam amino ini saling berhubung-hubungan dengan suatu ikatan yang disebut ikatan peptida (-CONH-). Satu molekul protein dapat terdiri dari 12 sampai 18 macam asam amino dan dapat mencapai jumlah ratusan asam amino.
W. J Corputty (2001:14-15) mengungkapkan bahwa kebutuhan seseorang akan protein perkilogram berat badan yaitu untuk golongan umur :
 Bayi : 3 gram
 Anak : 2 gram
 Remaja : 1.5 gram
 Dewasa : 1 gram
Dan untuk mendapatkan asam amino dalam jumlah dan macam yang cukup, maka hendaklah seperlima bagian dari protein yang diperlukan oleh tubuh berasal dari protein hewan. Untuk anak-anak, ibu yang hamil dan ibu yang menyusukan dianjurkan sepertiga dari protein yang dibutuhkan oleh tubuh mereka berasal dari protein hewan.
Adapun fungsi dari protein adalah sebagai berikut :
 Pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
 Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
 Mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
 Memelihara netralitas tubuh.
 Pembentukan antibodi.
 Mengangkat zat-zat tubuh.
 Sumber energi.
Bahan makanan sumber protein dapat kita golongkan menjadi 2 golongan yaitu, bahan makanan yang berasal dari hewan dan dari tumbuh-tumbuhan. Bahan makanan yang banyak mengandung protein yang bsrasal dari hewan seperti jenis daging, jenis ikan, telur dan susu. Sedangkan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti beras dan jenis kacang-kacangan
FREE DOWNLOD BUKU ASWAJA TINGKAT SLTP/MTs DAN SLTA/MA


SMP/MTS

Kelas VII     ASWAJA/Ke-NUan
Kelas VIII    ASWAJA/Ke-NUan
Kelas IX       ASWAJA/Ke-NUan


SMA/MA

Kelas X    Aswaja  Ke-NUan
Kelas XI   Aswaja  Ke-NUan
Kelas XII  Aswaja  Ke-NUan

FREE DOWNLOAD RPP DARING



FREE DOWNLOAD RPP DARING JENJANG SD, SMP,SMA,SMK MASA PANDEMI COVID-19

🌐 RPP DARING SD/MI*
1️⃣ Kelas 1 
2️⃣ Kelas 2
3️⃣ Kelas 3 
4️⃣ Kelas 4 
5️⃣ Kelas 5 
6️⃣ Kelas 6 

🌐 RPP DARING SMP/MTS*
7️⃣ Kelas 7 
8️⃣ Kelas 8
9️⃣ Kelas 9 

🌐 RPP DARING SMA/MA*
✅ Kelas 10
✅ Kelas 11
✅ Kelas 12 


🌐 RPP DARING SMK/MK*
✅ Kelas 10
✅ Kelas 11
✅ Kelas 12

Semoga Bermanfaat

Contoh Surat TAMAT BELAJAR TA/RA



Surat Keterangan
TAMAT BELAJAR TAMAN KANAK  KANAK
Nomor : ............................................................................



Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak ....................... Desa ............................... Kecamatan ............................. Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, menerangkan bahwa :

Nama         : .......................................
Nomor Induk : .........................................
Tempat, Tanggal Lahir : .........................................
Anak Dari         :
a. Ayah : ........................................................

b. Ibu : ..............................................................

Telah Menyelesaikan pendidikan TAMAN KANAK  KANAK  ............................................. Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 dan dianggap Cakap Untuk Meneruskan Pelajarannya di Sekolah Dasar.


                                                Cirebon,        Mei 2019
                                                Kepala Sekolah,



                                                .........................................
                                                 NIP.

Cara Merubah File PDF ke Word

5 Cara Praktis  Merubah File PDF ke Microsoft Word 1. Merubah PDF ke Word dengan Google Docs Google menyediakan layanan gratis seperti Docs ...