Perkembangbiakan Generatif Pada Tumbuhan




1.      Pengertian Perkembangbiakan Generatif
Menurut Yudistira (2009: 23-25) perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan melibatkan organ tumbuhan yang berupa bunga. Di dalam bunga terdapat alat perkembangbiakan yang dapat menghasilkan sel kelamin.
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan melibatkan alat perkembangbiakan secara kawin atau seksual karena terjadi peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin wanita (ovum). Peleburan sel gamet disebut pembuahan. Pada tumbuhan biji tertutup, pembuahan didahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik. Pembuahan akan menghasilkan biji. Biji yang jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
2.      Bagian-bagian Bunga
Pada umumnya bunga mempunyai bagian-bagian:
a.       Tangkai bunga
b.      Dasar bunga, merupakan ujung tangkai yang melebar
c.       Perhiasan bunga, terdiri atas:
1)      Kelopak, biasanya berwarna hijau dan merupakan selubung bunga ketika masih kuncup.
2)      Mahkota disebut juga tajuk bunga, warnanya bermacam-macam dan merupakan warna bunga. Ada pula bunga yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Bunga ini disebut bunga telanjang. Ada juga bunga yang mahkota dan kelopaknya tidak dapat dibedakan. Perhiasan bunga ini disebut tenda bunga, misalnya pada bunga anggrek.
d.      Alat kelamin bunga
1)      Alat kelamin jantan, yaitu benang sari, yang terdiri atas dua bagian. Yaitu tangkai sari dan kepala sari. Di kepala sari terdapat serbuk sari.
2)      Alat kelamin betina, yaitu putik. Putik mempunyai bagian-bagian:
a)      Bakal buah, yaitu bagian putik yang kelihatan membesar dan terletak di atas dasar bunga.
b)      Tangkai putik, berbentuk seperti benang, terdapat di sebelah atas bakal buah.
c)      Kepala putik, terdapat pada ujung tangkai putik.
3.      Macam-macam Bunga
Menurut Dwi Suhartanti dkk. (2009: 20-25) berdasarkan kelengkapan bagian-bagiannya, bunga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a.Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga (putik, benang sari, mahkota, dan kelopak). Contohnya, bunga sepatu, bunga cabe, dan bunga jambu.
b.     Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki satu atau lebih bagian-bagian bunga. Sebagai contoh, bunga kelapa dan bunga salak tidak memiliki putik.
Atas dasar kelengkapan alat perkembangbiakan, terdapat dua macam bunga.
a.Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki dua alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya, bunga kacang tanah.
b.Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki satu alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga jagung.
Berdasarkan keberadaan alat perkembangbiakannya, terdapat dua macam tumbuhan, yaitu sebagai berikut.
a.   Tumbuhan berumah dua, yaitu apabila dalam satu tumbuhan hanya memiliki satu macam alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga salak dan bunga belinjo.
b.      Tumbuhan berumah satu, yaitu apabila dalam satu tumbuhan terdapat dua macam alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya bunga jambu dan bunga mangga.
4.      Penyerbukan (Polinasi)
Peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik disebut penyerbukan. Peristiwa penyerbukan memungkinkan serbuk sari membentuk buluh serbuk untuk mengantarkan inti ke dalam bakal biji.
Berdasarkan asal serbuk sari dapat dibedakan 4 macam penyerbukan, yaitu:
a.Penyerbukan sendiri (autogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga itu sendiri.
b.Penyerbukan tetangga (geitonogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga lain yang sepohon.
c. Penyerbukan silang (allogami): serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga tanaman lain yang sejenis.
d.   Penyerbukan bastar (hibridasi): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga tanaman lain yang berbeda varietas (misalnya penyerbukan antara mangga gadung dengan mangga golek).
Penyerbukan juga dapat dibedakan berdasarkan faktor perantaranya, antara lain:
a.   Penyerbukan oleh angin (anemogami). Tumbuan yang penyerbukannya dibantu oleh angin mempunyai ciri-ciri: serbuk sari ringan, kecil, dan banyak, putik berbentuk seperti bulu ayam, perhiasan bunga tidak mencolok. Adapula yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Contohnya bunga jagung, bunga padi.
b.Penyerbukan dengan perantaraan air (hidrogami), terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, misalnya hydrilla.
c.Penyerbukan dengan perantaraan hewan (zoidiogami), misalnya oleh serangga (entomogami), kelelawar (kriptorogami), burung (ornitogami), siput (malakogami). Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh hewan mempunyai ciri-ciri: warna menarik, serbuk sari lengket dan menghasilkan sesuatu yang menarik hewan perantara.
d.    Penyerbukan oleh manusia, contohnya sayuran, bunga anggrek dan tanaman vanili.
5.      Pembuahan (Fertilisasi)
Setelah terjadi penyerbukan, pada umumnya diikuti peristiwa pembuahan. Pembuahan adalah peristiwa peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Namun, tidak semua peristiwa penyerbukan selalu diikuti dengan pembuahan. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor berikut.
a.Serbuk sari telah masak, namun sel telur belum siap dibuahi.
b. Sel telur siap dibuahi, namun serbuk sari belum masak. Akibatnya, pada saat serbuk sari menghasilkan sel kelamin, sel telurnya telah mati.
c.  Letak kepala putik lebih tinggi daripada benang sari.

Zat Makanan Dan Peranannya Dalam Tubuh



Zat makanan dapat digolongkan menjadi zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Makronutrien merupakan zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Zat makanan yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Adapun mikronutrien merupakan zat makanan yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Contoh mikronutrien adalah vitamin dan mineral (Karmana, 2008 : 154).
1.      Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas tiga unsur utama, yakni karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O). Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Karbohidrat juga berperan sebagai komponen struktur sel, menjaga keseimbangan asam basa dalam sel, dan membantu penyerapan kalsium.
Dilihat dari gugus gula penyusunnya, karbohidrat dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida (Aryulina, et al. 2007: 154).
a.       Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula. Monosakarida memiliki rasa manis dan mudah larut dalam air (Aryulina, Diah, ddk, 2007: 154).
Berdasarkan unsur karbon, molekul monosakarida dapat dibedakan menjadi:
1)      triosa; mengandung tiga atom C, contohnya gliserol-dehida dan hidroksi aseton;
2)      tetrosa; mengandung empat atom C, contohnya eritrosa dan treosa;
3)      pentosa; mengandung lima atom C, contohnya ribose dan arabinosa;
4)      heksosa; mengandung enam atom C, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa
        (Karmana, 2008 : 154).
b.      Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula. Disakarida juga memiliki rasa manis dan mudah larut dalam air. Contoh disakarida adalah laktosa (gabungan antara glukosa dan galaktosa), sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa), dan maltose (gabungan antara glukosa dan glukosa) (Aryulina, et al. 2007: 154).
c.       Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula. Polisakarida biasanya tidak berasa dan sukar larut dalam air. Contoh polisakarida adalah amilum yang terdiri dari 60 – 300 gugus gula berupa glukosa, glikogen (yang tersusun dari 12-16 gugus gula), dan selulosa, pectin, lignin, serta kitin yang tersusun dari ratusan hingga ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya (Aryulina, et al.  2007: 155).
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam suatu makanan, dapat digunakan larutan biuret yang diteteskan pada bahan makanan yang telah disediakan. Apabila makanan tersebut mengandung karbohidrat, maka akan timbul warna biru kehitaman pada bahan makanan yang dicampur biuret.
2.      Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam eter, kloroform, benzene atau alcohol. Lemak terdiri atas rantai panjang dengan ikatan hidrokarbon alifatik dan bersifat hidrofobik (Karmana, 2008 : 159).
Berdasarkan komposisi kimianya, senyawa lemak dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan derivat lemak.
a.       Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin, malam atau plastisin (lemak sederhana yang padat pada suhu kamar), dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).
b.      Lemak Campuran
Lemak campuran merukpakan lemak gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak seperti fosfat, protein, dan glukosa. Misalnya, lipoprotein yang merupakan gabungan antara lipid dengan protein, fosfolipid yang merupakan gabungan antara lipid dan fosfat, serta fosfatidilkolin (yang merupakan gabungan anatara lipid, fosfat, dan kolin).
c.       Derivat Lemak
Derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya kolesterol, asam lemak, kolesterol, dan gliserol. Kolesterol merupakan komponen utama pada membran sel hewan dan juga merupakan precursor (senyawa pemula) untuk membuat hormon steroid, seperti kortikosteroid dan hormon seks.
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam suatu makanan, dapat dilakukan dengan cara meneteskan bahan makanan ke kertas minyak. Apabila terdapat lemak maka kertas minyak tersebut akan terlihat transparan. Selain itu, dapat digunakan campuarn bahan makanan, etanol, dan air. Apabila makanan tersebut mengandung lemak, maka akan timbul emulsi putih pada campuran bahan makanan tersebut.
3.      Protein
Protein merupakan makromolekul. Protein terdiri dari satu atau lebih polimer. Setiap polimer tersusun atas monomer yang disebut asam amino. Masing-masing asam amino mengandung satu atom karbon (C) yang mengikat satu atom hydrogen (H), satu gugus amin (NH2), satu gugus karboksil (-COOH), dan lain-lain (gugus R) (Aryulina, et al. 2007: 159).
Secara umum, protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pelindung tubuh. Fungsi protein lainnya di dalam tubuh adalah:
a.       Mensintesis substansi-substansi penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom
b.      Mendorong pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan struktur tubuh, mulai dari sel, jaringan, hingga organ
c.       Memacu dan berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia dan biologis (biokatalisator)
d.      Menyeimbangkan cairan dalam tubuh (asam-basa) karena bersifat amfoter
e.       Berfungsi sebagai sistem buffer (penyangga pH) yang efektif
f.       Menyediakan energi
g.      Membantu mengatur kemampuan tubuh mendetoksifikasi (menawar racun) zat-zat asing.
(Aryulina, et al. 2007: 160).
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan protein dalam suatu makanan, dapat digunakan larutan lugol yang diteteskan pada bahan makanan yang telah disediakan. Apabila makanan tersebut mengandung protein, maka akan timbul warna ungu pada bahan makanan yang dicampur lugol. 
4.      Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang esensial untuk pertumbuhan dan fungsi biologis yang lain bagi makhluk hidup. Vitamin tidak disintesis dalam tubuh, kecuali vitamin K. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi harus mengandung vitamin. Jika makanan tidak mengandung vitamin, akan mengakibatkan penyakit defisiensi atau avitaminosis.
Menurut sifat kelarutannya, vitamin dapat dibagi mejadi dua golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).
Vitamin merupakan nutrisi makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh makhluk hidup.  

Filum Arthropoda



Filum Arthropoda

Arthropoda adalah (Arthros = berbuku-buku, poda =kaki). Tubuhnya terdiri dari kepala (kaput), dada (toraks) dan perut (abdomen). Jadi Arthropoda merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Sistern peredaran darah terbuka, darah tidak berfungsi mengangkut oksigen dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan. Susunan saraf terdiri dari otak sederhana dan tali saraf perut rangkap.
§  Dibagi Menjadi 4 Kelas :
1.      Crustacea
Tubuhnya terdiri dari sefalotoraks dan abdomen, yang terlindung oleh rangka luar yang keras. Umumnya hidup di perairan.

Ø  Terdiri dari dua kelompok besar :
a.       Entomostraka  crustacea miroskopik; hidup sebagai zooplankton. Meliputi ordo Branchiopoda, Ostrcoda, Branchiura  parasit, Copepoda  parasit beberapa ikan dan Cirripedia, misalnya : Daphnia sp. dan Mesocyclops sp.
b.      Malakostraka  crustacea tingkat tinggi, makroskopik. Meliputi ordo Isopoda, Stomatopoda dan Dekapoda yang memiliki nilai ekonorni bagi manusia, misalnya: Portunus sexdentatus (kepiting) dan Penaeus monodon (udang windu).
2.      Arachnida
Tubuh terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. Bernafas dengan paru-paru buku / paru-paru bersegmen, berkaki delapan (4 pasang). Dibagi Menjadi 3 Ordo :
Ø Arachnoidea (kelompok laba-laba).
Misalnya:
-          Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu)
-          Nephila maculata (kemlandingan)
-          Latrodectus mactans (laba-laba janda hitam beracun dan sengatannya dapat mematikan)
-          Argiope aurantina (laba-laba kebun)
Ø  Scorpionida (kelompok kalajengking)
-          Segmen terakhir abdomen merupakan kelenjar racun telson.
-          Pada mulut terdapat alat pencapit seperti catut pedipalpus, dan semacam gigi. Misalnya:
o   Thelyphonus condutus (kalajengking)
o   Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku)
o   Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)
o   Acarina (kelompok tungau dan caplak) Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks, sebagian besar jenisnya hidup sebagai parasit. Misalnya:
-  Sarcoptes scabiei (caplak kudis, penyebab penyakit kulit kudis scabies= kudis)
- Dermacentor andersoni (caplak pembawa ricketsia penyebab demam typus).
-          Dermacentor variabilis (caplak anjing)
-          Psoroptes ovis (tungau biri-biri).
3.      Myriapoda
                 Merupakan hewan yang memiliki banyak kaki. Misalnya :
-          Lipan (kelabang)
-          Luing
4.      Hexapoda
                 Merupakan hewan yang berkaki enam. Misalnya :
-          Insekta (serangga)
-          Isoptera (rayap atau laron)
-          Hemiptera (wereng, kutu daun, serangga sisik, lalat putih)
-          Orthoptera (serangga bersayap lurus) misalnya:
·         Belalang daun (Phasmida sp)
·         Keceoa

Pertumbuhan dan perkembangan




Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan yaitu bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa. Bersifat kuantitatif Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
Perkembangan yaitu suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks), bersifat kualitatif, reversibel (dapat kembali ke keadaan semula), dan tidak dapat diukur.
Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.
Pada tumbuhan, perkembangan ini menghasilkan bermacam-macam jaringan dan organ tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies yang lain.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam, seperti:
Faktor Luar
1.        Air dan Nutrisi
Tumbuhan membutuhkan air dan nutrisi untuk  pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara.
Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu zat-zat organik dan anorganik. Zat organik, seperti C, H, O, dan N, sedangkan zat anorganik, seperti Fe, Mg, K, dan Ca. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).
2.        Cahaya
Cahaya sangat diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Proses ini menghasilkan zat makanan yang diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhannya dan untuk disimpan sebagai cadangan makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang.
3.        Suhu
Suhu mempengaruhi kerja enzim sehingga mempengaruhi mmetabolisme di dalam tumbuhan. Metabolisme tumbuhan akan bekerja paling baik di dalam kisaran suhu optimum.
4.        Kelembaban
Kelembaban rendah di lingkungan menyebabkan penguapan tinggi sehingga penyerapan air dan minerar juga semakin tinggi. Akan tetapi kelembaban yang terlalu rendah dapat menyebabkan tumbuhan juga kekurangan air sehingga layu.
Faktor Dalam
1.        Genetik
Faktor genetik terdapat dalam gen. Gen terdapat di kromosom dalam inti sel. Gen ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan. Hal ini disebabkan karena gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Proses kimia dalam sel ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh tumbuhan.
2.        Hormon
Hormon adalah senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respons fisiologi pada tumbuhan. Hormon tumbuhan bermacam-macam, tetapi ada lima hormon tumbuhan yang sangat penting, yaitu:
a.        Auksin
Auksin adalah hormon yang berasal dari titik tumbuh tumbuhan, seperti ujung tunas, kambium, bunga, buah, dan ujung akar. Auksin berfungsi merangsang pertumbuhan sel ujung batang, pertumbuhan akar lateral dan akar serabut, dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Selain itu, auksin berfungsi mempercepat aktivitas pembelahan sel titik tumbuh dan menyebabkan diferensiasi sel menjadi xilem.
b.        Sitokinin
Sitokinin adalah zat tumbuh yang pertama kali ditemukan pada batang tembakau. Hormon ini memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1)  Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem. 2) Menunda pengguguran dan penuaan daun. 3) Memperkecil dominasi apikal sehingga mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun. 4) Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik. 5) Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah masa istirahat biji.
c.         Giberelin
Giberelin merupakan zat tumbuh yang memiliki sifat seperti auksin. Giberelin terdapat di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1) Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.   2) Mempengaruhi perkembangan bunga dan buah. 3) Mempengaruhi perkecambahan biji. 4) Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Untuk tumbuhan yang kerdil, jika diberi giberelin akan tumbuh secara normal.
d.        Gas Etilen
Gas etilen dihasilkan oleh buah yang sudah tua, tetapi masih berwarna hijau yang disimpan dalam kantung tertutup agar cepat masak. Gas etilen juga berfungsi memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, menunda pembungaan, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
e.         Asam Absisat
Asam absisat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tumbuhan. Hormon ini sangat diperlukan tumbuhan pada saat kondisi lingkungan tidak baik. Contohnya, pada saat musim kering atau musim dingin, tumbuhan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Hal ini dilakukan dengan cara mengatur penutupan dan pembukaan stomata, terutama pada saat kekurangan air.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan
Titik awal organisme tumbuhan adalah sel tunggal yang disebut zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi organisme multisel. Sel tersebut mengalami pembelahan menghasilkan sel yang lebih besar dan lebih kompleks. Sel terus mengalami pertambahan bobot, jumlah, banyaknya protoplasma serta tingkat kerumitan. Proses pertambahan ukuran sel tersebut disebut pertumbuhan.
Pertumbuhan dapat diukur dengan mengukur pertambahan volume atau massa. Pertambahan volume ditentukan dengan cara mengukur perbesaran ke satu atau dua arah seperti panjang dan luas. Misalnya, pengukuran tinggi batang dan luas daun. Pertambahan massa diukur dengan cara memanen seluruh tumbuhan atau bagian yang diinginkan dan menimbangnya sebelum air dari bagian itmenguap. Massa ini disebut sebagai massa segar. Pengukuran massa yang lebih  akurat adalah massa kering. Massa kering diukur dengan cara mengeringkan bagian tumbuhan yang baru dipanen selama 24 48 jam pada suhu 70  80oC.
Selain mengalami per tumbuhan, sel-sel ter sebut jugmelakukan deferensiasi, yaitu membentuk struktur dan fungstertentu (spesialisasi). Pertumbuhan dan deferensiasi sel menjadi jaringan, organ, sistem organ, dan organisme sering disebut sebagai perkembangan (morfogenesis). Jika tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tumbuhan tidak dapat mengubah dirinya dari sebuah sel menjadi semak, perdu, atau pohon rindang yang memiliki daya guna bagi lingkungan dan kehidupan manusia.
Tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya. Pertumbuhan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.         Bersifat kuantitatif (dapat dihitung atau dinyatakan dengan satuan bilangan).
b.        Terdapat pada jaringan meristem (untuk tumbuhan).
c.         Reproduksi secara mitosis.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup. Adapun ciri-ciri perkembangan adalah sebagai berikut:
a.         Bersifat kualitatif (tidak dapat diukur). 
b.        Terdapat pada alat perkembangbiakan/reproduksi.
c.         Reproduksi secara meiosis. Contoh dari perkembangan antara lain: terbentuknya bunga.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbiji diawali dengan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, menjadi biji, berkecambah, tumbuh menjadi tanaman kecil yang sempurna, dan berlanjut tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa akan berbunga dan berbuah. 
Pertumbuhan Terminal
Pada ujung akar dan batang tumbuhan berbiji yang sedang aktif tumbuh, terdapat tiga daerah pertumbuhan dan perkembangan. Daerah tersebut adalah daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.
Daerah Pembelahan, merupakan daerah yang paling ujung. Pada daerah ini terutama terjadi pembentukan sel-sel baru melalui pembelahan sel. Sel-sel di daerah pembelahan memiliki inti sel yang relatif besar, berdinding sel tipis, dan aktif membelah diri. Daerah pembelahan disebut pula daerah meristematik.
Daerah Pemanjangan, merupakan hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah pembelahan. Sel-sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga membentuk daerah pemanjangan. Sel-sel pada daerah ini lebih besar dibandingkan dengan sel-sel pada daerah meristem. Daerah Diferensiasi, terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi. Artinya sel-sel telah berubah bentuk sesuai fungsinya. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, empulur, xilem dan floem. Sebagian sel lagi mengalami diferensiasi menjadi jaringan parenkim (jaringan dasar), jaringan penunjang seperti kolenkim dan sklerenkim. Dengan terjadinya diferensiasi sel maka terbentuklah berbagai jaringan tumbuhan.
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
Pertumbuhan Primer, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer. Titik tumbuh primer terdapat pada ujung akar atau ujung batang. Titik tumbuh primer telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Ujung akar dan ujung batang tempat terjadinya pertumbuhan merupakan daerah meristem apikal. Pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.  Berdasarkan titik tumbuh tumbuhan, terdapat dua teori titik tumbuh pada tumbuhan, yaitu :
1.        Teori Histogen
Teori ini dikemukakan oleh Hanstein. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan organ tubuh tumbuhan dibentuk oleh tiga lapisan pembentuk jaringan, yaitu:
a.         Dermatogen, yakni lapisan luar yang membentuk epidermis.
b.        Periblem, yakni lapisan dalam yang membentuk korteks.
c.         Pleuron, yakni lapisan dalam yang membentuk stele.
2.        Teori Tunika Korpus
Teori ini dikemukakan oleh Schmidt yang menyatakan bahwa pertumbuhan organ tubuh tumbuhan yang dibentuk ada dua lapisan pembentuk jaringan, yaitu :
a.         Tunika, yakni lapisan luar yang membentuk epidermis dan korteks.
b.        Corpus, yakni lapisan dalam yang membentuk stele.
Pertumbuhan Sekunder, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan jaringan kambium. Jaringan kambium bersifat meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah. Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar (Gambar 2.5). Pada tumbuhan dikotil berkayu, pertumbuhan sekunder terjadi karena adanya aktivitas sel-sel meristem diantara xilem dan floem. Xilem dibentuk ke arah dalam dan floem dibentuk ke arah luar. Pertumbuhan di bagian dalam lebih cepat daripada pertumbuhan di bagian luar, sehingga mengakibatkan jaringan epidermis dan korteks pada kulit terluar akan rusak (pecah).
Metagenesis Pada Tumbuhan 
Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi generatif dan generasi vegetatif. Biasanya kedua generasi ini berbeda morfologinya. Metagenesis pada tumbuhan yang bisa kita lihat dengan jelas yaitu pada tumbuhan lumut dan paku. Lumut dan paku memiliki generasi generatif yang disebut gametofit dan generasi vegetatif yang disebut sporofit.
Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Generasi sporofitnya yaitu protalium.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini diawali dari proses fertilisasi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
1.        Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Zigot selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan organogenesis. 
Pembelahan (cleavage). Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. 
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula.  Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula. Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Gastrulasi. Dalam perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh.
Organogenesis. Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indera. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah. Dan alat ekskresi. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, dan alat-alat pernapasan. Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks. Pada mammalia, embrionya memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap kekeringan, goncangan, membantu pernapasan, ekskresi, serta fungsi penting lainnya selama berada di dalam rahim induknya.
2.        Pertumbuhan dan Perkembangan Pasca Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi (alat-alat kelamin), dan biasanya pula hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja.
Pada golongan hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pada golongan hewan tersebut pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik merupakan tahap pembentukan larva sebelum tumbuh dan berkembang menjadi hewan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva ini dikenal dengan metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah serangga dan katak.
Metamorfosis dan Metagenesis pada Hewan
Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oelh hewan dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa. 
1.        Metamorfosis pada Serangga
Pada beberapa serangga seperti kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah, dan kumbang, bentuk larva dan dewasa sering hampir tdak ada kemiripan. Sedangkan pada beberapa serangga lainnya seperti belalang, lipas (kecoa), dan jangkrik, bentuk larva (nimfa) mirip bentuk dewasa. Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik, yaitu pergantian kulit yang disebut molting. Serangga biasanya mengalami empat kali molting. Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelang dewasa. Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi sehingga sudah mampu untuk bereproduksi.
Berdasarkan kemiripan bentuk larva dan dewasa, metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis Sempurna (holometabola). Pada metamorfosis sempurna, serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahan-perubahan yang mencolok pada bentuk luar dan organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Metamorfosis sempurna perubahannya adalah sebagai berikut :
Telur larva pupa (kepompong), imago (dewasa), telur menetas menjadi larva. Larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain : kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah dan kumbang.
Gambar 2.8. Metamorfosis pada kupu-kupu
Metamorfosis Tidak Sempurna (hemimetabola). Pada metamorfosis tidak sempurna, serangga mengalami perubahan bentuk dari telur hingga dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. 
2.        Metamorfosis Katak
Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa.
3.        Metagenesis
Metagenesis pada hewan pada dasarnya sama dengan metagenesis pada tumbuhan. Hewan mengalami pergiliran generasi, yaitu fase generatif (seksual) dan fase vegetatif (aseksual) secara bergantian. Hewan yang mengalami metagenesis misalnya golongan Cnidaria. Contoh hewannya yaitu Hydra dan Ubur-ubur. Perhatikan Gambar 2.9. Ubur-ubur memiliki dua fase dalam daur hidupnya, yaitu medusa dan polip. Medusa merupakan fase seksual (generatif) dan polip merupakan fase aseksual (vegetatif).

 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut. Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu : 
1.        Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2.        Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3.        Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4.        Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama. 
Tahap-Tahap Perkembangan Manusia
Tahapan Perkembangan pada masa embrio. Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm. Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm. Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram. Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm. Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi). Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina. Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram. Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
Tahap Perkembangan Pada Masa Anak-Anak
Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi. Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap.  Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara. Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.
Tahap Perkembangan Pada Masa Remaja (Pubertas)
Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak. Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang. Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :
a.         Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.
b.        Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.
c.         Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.
d.        Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.
e.         Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.
f.         Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.
g.        Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
·           Pinggul yang membesar dan membulat
·           Dada yang semakin nampak menonjol
·           Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
·           Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
·           Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
·           Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

Tahap Perkembangan Masa Dewasa
Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri. ‘Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua.
Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya. Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif. Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).
Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity). la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya). Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
Perkembangan Pada Masa Lanjut Usia
Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998). Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat. Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. 

Cara Merubah File PDF ke Word

5 Cara Praktis  Merubah File PDF ke Microsoft Word 1. Merubah PDF ke Word dengan Google Docs Google menyediakan layanan gratis seperti Docs ...