GALERI CHIKO

 










Sistem Gerak Pada Manusia


SISTEM GERAK PADA MANUSIA

Sistem gerak pada manusia atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai sistem muskuloskeletal, terdiri dari tulang, otot, sendi, serta organ-organ lain seperti ligamen dan tulang rawan. Organ-organ yang termasuk ke dalam sistem ini, akan bekerja sama untuk melakukan berbagai fungsinya dengan baik.Dalam sistem gerak pada manusia, tulang akan berja sama dengan tulang rawan, ligamen, serta jaringan ikat lainnya, untuk merekatkan satu tulang dengan tulang lainnya.Sementara itu, untuk mendukung berat yang dipikul oleh tubuh, tulang akan bekerjasama dengan otot. Tulang dan otot juga akan membantu tubuh untuk dapat bergerak dengan baik. Tanpa adanya tulang rangka, otot tidak akan memiliki tempat untuk menempel, agar bisa melakukan fungsinya dengan baik.

Tulang sebagai bagian dari sistem gerak pada manusia

Salah satu organ utama dalam sistem gerak pada manusia adalah tulang yang tersusun sebagai sistem rangka. Tubuh manusia, memiliki sekitar 206 tulang. Semuanya tersusun dengan struktur lapisan serupa, yaitu lapisan luar yang keras, dan lapisan dalam yang lebih lunak.Selain berperan dalam pergerakan, tulang juga berfungsi untuk hal lain di tubuh, yaitu:

  • Sebagai fondasi tubuh
  • Melindungi organ-organ vital di dalam tubuh
  • Menyimpan kalsium
  • Memproduksi sel darah
  • Secara alami, tulang akan memperbarui dirinya setiap 10 tahun sekali. Setiap tahunnya, sekitar 20% dari total tulang di tubuh berganti dengan yang baru.
  • Otot sebagai bagian dari sistem gerak pada manusia

Dari tiga jenis otot di tubuh, ada dua jenis otot yang masuk ke dalam sistem gerak pada manusia, yaitu otot skeletal dan otot halus.

• Otot skeletal

Otot skeletal terdiri dari serat-serat elastis yang memungkinkan tubuh untuk bergerak dengan bebas. Otot ini melekat pada tulang dan sekitar sendi. Peregerakan otot skeletal diatur oleh otak. Selanjutnya, otot ini bergerak secara sadar sesuai keinginan. Contoh otot skeletal adalah otot betis, otot paha, otot perut, dan lengan.

• Otot halus

Berbeda dari otot skeletal yang pergerakannya dilakukan secara sadar, pergerakan otot halus terjadi secara otomatis, tanpa keingingan.Sebenarnya, pergerakan otot halus pergerakannya diatur oleh otak. Namun, pergerakannya dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Contoh otot halus adalah otot-otot pada pencernaan dan otot nadi.

Sendi sebagai bagian dari sistem gerak pada manusia

Pada dasarnya, sendi adalah sebutan untuk pertemuan antara dua buah tulang. Sendi rahang, misalnya, adalah pertemuan antara tulang rahang atas dan tulang rahang bawah. Sendi manusia umumnya bekerja seperti engsel, yang memungkinkan pergerakan antara kedua tulang tersebut. Karena itulah sendi masuk ke dalam sistem gerak pada manusia. Namun, ada juga sendi yang tidak dapat bergerak.Secara umum, sendi-sendi di tubuh manusia bisa dibedakan menjadi:

1. Sendi tidak bergerak atau sendi fibrosa

Contoh sendi yang tidak bergerak adalah tengkorak di kepala. Sendi ini juga bisa disebut sebagai sendi mati. Tulang tengkorak sebenarnya terdiri dari lempengan-lempengan tulang pipih yang bisa sedikit bergerak saat seorang bayi dilahirkan. Namun ketika masa pertumbuhan terhenti, lempeng-lempeng tulang tersebut akan menyatu dan tidak lagi bisa bergerak.

2. Sendi yang dapat bergerak sebagian atau sendi cartilagonius

Contoh sendi yang dapat bergerak sebagian adalah sendi di tulang belakang. Tulang-tulang di persendian ini, dihubungkan oleh tulang rawan dan dapat bergerak mengikuti tulang di atas maupun di bawahnya.

3. Sendi yang dapat bergerak bebas atau sendi synovial

Sendi ini bisa bergerak bebas, ke atas, ke bawah, maupun memutar. Contoh sendi yang dapat bergerak dengan bebas adalah sendi pinggul, bahu, siku, lutut dan pergelangan kaki. Seringkali persendian ini disebut juga sebagai sendi peluru.Pada sendi yang bisa bergerak bebas, ada suatu cairan yang dinamakan cairan sinovial. Cairan ini berada di antara tulang-tulang yang membentuk sendi tersebut, dan berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan tulang bergerak.Sendi yang dapat bergerak bebas, kembali dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Sendi engsel, yang pergerakannya hanya satu arah, seperti pada lutut dan siku

Sendi putar, seperti kepala yang bisa bergerak ke kiri, kanan, atas, maupun bawah

Sendi ball and socket, yang bisa bergerak paling bebas. Pada sendi ini, ujung satu tulang berada di cekungan tulang yang lain, seperti pada sendi pinggul dan bahu

Komponen lain yang termasuk dalam sistem gerak pada manusia

Selain ketiga komponen di atas, ada komponen lain yang juga berperan dalam sistem gerak pada manusia, seperti:

• Tendon

Tendon adalah jaringan keras yang berfungsi untuk menghubungkan otot ke tulang. Jaringan ini sebagian besar terdiri dari kolagen.

• Ligamen

Sementara itu, ligamen adalah jaringan keras yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain. Ligamen tersusun dari kolagen dan serat-serat elastik, sehingga masih dapat meregang. Komponen ini, berada mengelilingi sendi.

• Tulang rawan

Ujung dari dua tulang yang membentuk sendi, dikelilingi oleh tulang rawan. Tulang rawan yang normal, memiliki tekstur yang lebih halus, tapi padat dan berfungsi sebagai penyerap tekanan, serta gesekan berlebih saat tubuh bergerak.

• Saraf

Pada sistem gerak pada manusia, saraf berfungsi untuk mengontrol kontraksi otot skeletal serta menginterpretasikan informasi rangsangan. Secara umum, saraf juga berfungsi untuk mengkoordinasi aktivitas yang ada pada sistem organ di tubuh.

• Bursae

Bursae adalah suatu kantung berisi cairan yang bertindak sebagai bantalan dan mengurangi gesekan di permukaan organ tubuh yang bergerak, seperti tulang, otot, tendon, dan kulit.

Sistem Pernapasan Pada Manusia

SISTEM PERNAPSAN PADA MANUSIA


Sistem pernapasan manusia terbagi ke dalam dua bagian, yaitu organ pernapasan atas dan organ pernapasan bawah.

Organ sistem pernapasan atas 


1. Hidung

Hidung adalah gerbang utama keluar masuknya udara setiap kali Anda bernapas. Dinding dalam hidung ditumbuhi rambut-rambut halus yang berfungsi menyaring kotoran dari udara yang Anda hirup.

Selain dari hidung, udara juga bisa masuk dan keluar dari mulut. Biasanya, bernapas lewat mulu dilakukan ketika Anda membutuhkan udara yang lebih banyak (saat ngos-ngosan karena berolahraga) atau saat hidung sedang mampet tersumbat karena pilek dan flu.

2. Sinus

Sinus adalah rongga udara di tulang tengkorak. Rongga ini terletak di masing-masing kedua sisi hidung dekat tulang pipi, di belakang tulang hidung, di antara mata, dan di tengah dahi.

Dalam sistem pernapasan manusia, sinus berfungsi membantu mengatur suhu dan kelembaban udara yang Anda hirup dari hidung.

3. Adenoid

Adenoid adalah jaringan kelenjar getah bening yang ada di tenggorokan. Di dalam adenoid terdapat simpul sel dan pembuluh darah penghubung yang membawa cairan ke seluruh tubuh.

Adenoid membantu Anda melawan infeksi dengan menyaring benda asing seperti kuman, dan memproduksi sel limfosit untuk membunuhnya.

4. Tonsil

Tonsil adalah nama lain dari amandel. Amandel itu sendiri adalah kelenjar getah bening yang berada di dinding faring (tenggorokan).

Amandel sebenarnya bukan bagian penting dari sistem imun maupun pernapasan manusia. Jika amandel terinfeksi dan meradang, dokter dapat membuang atau menghilangkannya lewat operasi.

5. Faring

Faring (tenggorokan bagian atas) adalah tabung di belakang mulut dan rongga hidung yang menghubungkan keduanya ke saluran pernapasan lain, yaitu trakea.

Sebagai bagian dari sistem respirasi manusia, faring berfungsi menyalurkan aliran udara dari hidung dan mulut untuk diteruskan ke trakea (batang tenggorokan).

6. Epiglotis

Epiglotis adalah lipatan tulang rawan berbentuk daun yang terletak di belakang lidah, di atas laring (kotak suara).

Selama bernapas, epiglotis akan terbuka untuk memungkinkan udara masuk ke laring menuju paru-paru. Namun, epiglotis akan menutup selama kita makan untuk mencegah makanan dan minuman secara tidak sengaja terhirup dan menyebabkan tersedak.

Organ sistem pernapasan bawah


1. Laring (kotak suara)

Laring adalah rumah bagi pita suara Anda. Letaknya tepat di bawah persimpangan saluran faring yang membelah menjadi trakea dan kerongkongan.

Laring memiliki dua pita suara yang membuka saat kita bernapas dan menutup untuk memproduksi suara. Saat kita bernapas, udara akan mengalir melewati dua pita suara yang berimpitan sehingga menghasilkan getaran. Getaran inilah yang menghasilkan suara.

2. Trakea (batang tenggorokan)

Trakea adalah bagian terpadu dari jalur napas dan memiliki fungsi vital untuk mengalirkan udara dari dan menuju paru-paru untuk pernapasan.

Trakea atau batang tenggorokan adalah tabung berongga lebar yang menghubungkan laring (kotak suara) ke bronkus paru-paru. Panjangnya sekitar 10 cm dan diameternya kurang dari 2,5 cm.

Trakea memanjang dari laring hingga ke bawah tulang dada (sternum), dan kemudian membelah menjadi dua tabung kecil yang disebut bronkus. Setiap sisi paru-paru memiliki satu bronkus.

3. Tulang rusuk

Tulang rusuk adalah tulang yang menopang rongga dada dan melindungi organ dalam dada, seperti jantung dan paru-paru dari benturan atau goncangan.

Tulang rusuk akan mengembang dan mengempis mengikuti gerak paru saat mengambil dan mengeluarkan napas.

4. Paru-paru

Paru-paru adalah sepasang organ yang terletak di dalam tulang rusuk. Masing-masing paru berada di kedua sisi dada.

Peran utama paru-paru dalam sistem pernapasan adalah menampung udara beroksigen yang kita hirup dari hidung dan mengalirkan oksigen tersebut ke pembuluh darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.

5. Pleura

Paru-paru dilapisi oleh selaput tipis yang disebut pleura. Lapisan pleura bertindak sebagai pelumas yang memungkinkan paru-paru untuk mengembang dan mengempis dengan lancar setiap kali bernapas. Lapisan pleura juga memisahkan paru-paru dari dinding dada Anda.

6. Bronkiolus

Bronkiolus adalah cabang dari bronkus yang berfungsi untuk menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli. Selain itu bronkiolus juga berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar saat proses bernapas berlangsung.

7. Alveoli

Alveoli atau alveolus adalah kantung-kantung kecil dalam paru yang terletak di ujung bronkiolus. Dalam sistem pernapasan, alveoli berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Pada alveoli juga ada kapiler pembuluh darah. Nantinya, darah akan melewati kapiler dan dibawa oleh pembuluh darah vena dan arteri.

Alveoli kemudian menyerap oksigen dari udara yang dibawa oleh bronkiolus dan mengalirkannya ke dalam darah. Setelah itu, karbon dioksida dari sel-sel tubuh mengalir bersama darah ke alveoli untuk diembuskan keluar.

8. Tabung bronkial

Pada tabung bronkial paru-paru, ada sillia berupa rambut-rambut kecil yang bergerak seperti gelombang. Gerakan gelombang sillia akan membawa mukus (dahak/lendir/cairan) ke atas hingga ke luar tenggorokan. Silia juga ada di dalam lubang hidung.

Fungsi lendir atau dahak di tabung bronkial adalah untuk mencegah debu, kuman, atau benda asing lain agar tidak sampai masuk ke paru-paru. Batuk juga bisa menjadi cara sistem pernapasan manusia mencegah benda asing masuk ke paru-paru.

9. Diafragma

Diafragma adalah dinding otot kuat yang memisahkan rongga dada dari rongga perut. Saat melakukan pernapasan perut, diafragma akan bergerak ke bawah dan menciptakan rongga kosong untuk menarik udara. Ini juga bisa membantu memperluas paru-paru.


Cara kerja sistem pernapasan manusia


Proses kerja sistem pernapasan manusia sering pula disebut sistem respirasi. Seperti yang dijelaskan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute, proses respirasi dimulai saat Anda mengambil udara lewat hidung dan masuk ke tenggorokan. Setelah itu, udara akan turun melewati laring dan masuk ke dalam trakea.

Di saat bersamaan Anda menarik napas, diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk Anda menyusut untuk menciptakan ruang kosong di dalam rongga dada. Ini bertujuan agar paru-paru bisa menarik udara yang Anda hirup.

Setelah udara masuk bergerak sampai ke ujung trakea, udara akan melewati bronkus dan masuk ke kedua paru-paru. Setelah itu, udara mengalir ke bronkiolus,yang terus mengecil sampai udara sampai di ujung percabangan.

Di ujung bronkiolus ada kantung kecil udara atau alveoli. Ketika udara mencapai alveoli, oksigen masuk melalui membran ke dalam pembuluh darah kecil yang disebut kapiler. Sebaliknya, karbon dioksida dari darah di kapiler keluar dan masuk ke dalam alveoli.

Setelah oksigen dan karbon dioksida bertukar tempat di alveoli, rongga dada akan mengendurkan otot diafragma sehingga diafragma melonggar. Ini memungkinan karbon dioksida bergerak naik untuk selanjutnya dikeluarkan lewat paru-paru lalu diembuskan melalui hidung.

Penyakit yang menyerang sistem respirasi

Organ-organ yang terdapat dalam sistem pernapasan berperan penting dalam menangkap dan mengalirkan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, fungsi sistem respirasi pun dapat terganggu akibat udara yang dihirup, apalagi jika udara tersebut mengandung kuman penyakit.

Ancaman penyakit tak hanya datang dari luar sistem pernapasan, beberapa gangguan pernapasan juga dapat berasal dari sistem pernapasan itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang umum menyerang sistem pernapasan:

  • Pilek
  • Influenza (flu)
  • Asma
  • Pneumonia
  • Tuberkulosis
  • Bronkitis
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Free Download BELAJAR Microsoft Office Excel


BELAJAR Microsoft Office Excel 2007-2010-2013

Microsoft Office Excel dibuat dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam melakukan pengolahan data seperti pembuatan tabel, manajemen data, pembuatan grafik, dan sebagainya. Untuk memenuhi itu semua dalam hal pengolahan data biasanya kita memerlukan sebuah perhitungan baik perhitungan matematika ataupun perhitungan non matematika. Karena Office Excel dibuat untuk mengolah data, maka daripada itu Office Excel dilengkapi dengan berbagai macam pilihan rumus-rumus untuk menyelesaikan setiap perhitungan. Rumus-rumus Office Excel lebih dikenal lagi dengan sebutan Fungsi (Functions).

Walaupun Office Excel sudah menyediakan beberapa pilihan rumus-rumus atau fungsi-fungsi siap pakai, namun kenyataannya kita masih banyak yang kesulitan dalam mempergunakannya. Pasalnya untuk menggunakan semua fungsi atau rumus Office Excel tersebut, kita perlu banyak belajar lagi. Maka daripada itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi file download yang didalamnya berisi kumpulan rumus-rumus Excel siap pakai. Bahkan bukan hanya kumpulan rumus-rumus Excel saja, untuk lebih memperjelas dalam menggunakan rumus maka dilampirkan juga contoh-contoh penggunannya. Bagi Para Pemula admin sudah menyiapkan beberapa MoDUL EXCEL Untuk bisa di pakai sebagai bahan panduan praktek. silakan klik link dibawah ini.. GRATIIIIS DOWNLOAD..




Free download APS.ANDROID


APLIKASI TERBAIK UNTUK ANDROID


DANGDUT KOPLO



 SPESIAL DANDUT KOPLO'an


Free Download HIBURAN Mp3


-SPESIAL THE BEST LIVE ORGAN PANGGUNG ANIK ARNIKA



-SPESIAL THE BEST LIVE TARLING LEGENDARIS

TARLING LEGENDARIA




Free download Lagu Mp3 Yoyo Suwaryo Sang Maestro Legendaris Tarling Cirebonan




Free download

MEDIA PEMBELAJARAN

Power Point semua mata pelajaran SMP/MTs/SMA/MA


BUKU ASWAJA TINGKAT MTs dan MA

SMP/MTS
Kelas VII     ASWAJA/Ke-NUan
Kelas VIII    ASWAJA/Ke-NUan
Kelas IX       ASWAJA/Ke-NUan

SMA/MA
Kelas X    Aswaja  Ke-NUan
Kelas XI   Aswaja  Ke-NUan
Kelas XII  Aswaja  Ke-NUan


FREE DOWNLOAD RPP DARING JENJANG SD, SMP,SMA,SMK MASA PANDEMI COVID-19




🌐 RPP DARING SD/MI*
1️⃣ Kelas 1
2️⃣ Kelas 2
3️⃣ Kelas 3
4️⃣ Kelas 4
5️⃣ Kelas 5
6️⃣ Kelas 6 

🌐 RPP DARING SMP/MTS*
7️⃣ Kelas 7 
8️⃣ Kelas 8
9️⃣ Kelas 9 

🌐 RPP DARING SMA/MA*
✅ Kelas 10
 Kelas 11
✅ Kelas 12 


🌐 RPP DARING SMK/MK*
✅ Kelas 10
✅ Kelas 11
✅ Kelas 12

Semoga Bermanfaat

Sistem Saraf Pada Manusia

SISTEM SARAF PADA MANUSIA 

Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf merupakan salah satu bagian dari sistem koordinasi dan mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik. Komponen sistem saraf terdiri dari sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi”
Gambar Sistem Saraf Manusia




sistem saraf manusia
Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup cepat tanggap terhadap perubahanyang terjadi di lingkungan luar maupun di dalam. Dalam menanggapi rangsangan, terdapat tiga komponen yang dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
Reseptor
Alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh yang bertindak sebagai reseptor yaitu organ indera.
Penghantar impuls
Dilakukan saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung. Pada serabut penghubung ada sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
Efektor
Bagian yang menanggapi rangsangan yang sudah diantarkan penghantar impuls. Efektor yang penting pada manusia yaitu otot dan kelenjar
Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut dengan neuron. Neuron bergabung dan membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls atau rangsangan. Satu sel saraf terdiri dari badan sel, dendrit, dan akson.

A. Badan sel
Badan sel saraf adalah bagian yang paling besar dari sel saraf lainya. Badan sel memiliki fungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit keudian meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf ada inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan sel adalah kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.

B. Dendrit
Dendrit merupakan serabut sel saraf pendek dan bercabang. Dendrit adalah perluasan dari badan sel. Dendrit memiliki fungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.

C. Akson
Akson disebut juga neurit. Neurit merupakan serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Dalam neurit ada benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh lapisan selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan memiliki fungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin dibungkus oleh sel-sel sachwann yang membentuk suatu jaringan dan menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit.
Lapisan mielin bagian luar disebut dengan neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan memiliki fungsi mempercepat jalannya rangsangan.

Terdapat tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:

Sel saraf sensorik, yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
Sel saraf motorik, merupakan sel saraf yang memiliki fungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak
Sel saraf penghubung yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menghubungkan sel dari saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan yaitu sel saraf sensorik dan sel saraf motorik.

Impuls
Impuls merupakan rangsangan atau pesan yang diterima reseptor dari lingkungan luar, lalu dibawa oleh neuron. Impuls bisa juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf.
Contoh rangsangan yaitu :
  • a. Perubahan dingin menjadi panas.
  • b. Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan.
  • c. Berbagai aroma yang tercium oleh hidung.
  • d. Suatu benda yang menarik perhatian.
  • e. Suara bising.
  • f. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
Impuls yang diterima reseptor lalu disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan ataupun perubahan pada efektor. Gerakan itu adalah
a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa yaitu gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang. 
b. Gerak refleks
Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls menyebabkan gerakan ini lalu disampaikan melalui jalan yang singkat dan tidak melewati otak.
Contoh gerak refleks:
  • Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu.
  • Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika terdapat benda asing yang masuk ke mata.
  • Menutup hidung saat mencium bau busuk.
  • Gerakan tangan menangkap benda yang mendadak terjatuh.
  • Gerakan tangan melepaskan benda bersuhu tinggi


Susunan Sistem Saraf
Di dalam tubuh manusia ada miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan juga sistem saraf otonom.
 Sistem saraf pusat
a . Otak
Otak adalah alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan. Otak ada dalam rongga tengkorak, beratnya sekitar 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak yaitu otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak.

Otak besar adalah pusat pengendali tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan yaitu kanan dan kiri. Masing-masing belahan otak disebut hemister. Otak besar kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh yang sebelah kanan.
Otak kecil ada di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar yang berwarna kelabu dan lapisan dalam yang berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu kiri dan kanan dan dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil memiliki fungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot saat akan melakukan kegiatan.
Batang otak tersusun atas medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak ada di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan batang otak menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut juga dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak dibagi menjadi dua lapisan yaitu lapisan dalam dan luar. Fungsi dari batang otak untuk mengatur refleks fisiologis
b . Sumsum tulang belakang
tumsum tulang belakang ada dan memanjang dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher hingga ruas-ruas tulang pinggang yang kedua.
Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar yang memiliki rwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf serta lapisan dalam mengandung badan saraf.
Dalam sumsum tulang belakang ada saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya yaitu sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi tersusun atas semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama sistem pusat dan sistem saraf tepi akan membentuk perubahan cepat pada tubuh dalam merespon rangsangan dari lingkungan. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
a. Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis terdiri atas 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. 12 pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit.
Saraf sumsum tulang belakang keluar dari sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka.
Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut.
Saat mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga sampai kepada otak. Otak menterjemahkan pesan itu dan mengirimkan ke kaki untuk melangkah mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
Saat merasakan udara di sekitar panas, kulit menyampaikan informasi ke otak. lalu otak mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin.
Saat melihat kamar berantakan, mata menyampaikan informasi ke otak, otak akan menterjemahkan informasi dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.
b. Sistem saraf otonom
Reaksi yang membuat respon pada situasi ketakutan ini dikontrol pada sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tak disadari. sistem saraf otonom merupakan pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

Kelainan pada Sistem Saraf
Sistem saraf mampu mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa contoh gangguan pada sistem saraf manusia yaitu :
Epilepsi
adalah kelainan pada sel saraf di otak hingga penderita tidak bisa merespon berbagai rangsangan. Otot-otot rangka penderita sering berkontraksi secara tak terkontrol.
  • Epilepsi bisa disebabkan karena:
  • cacat sejak lahir
  • kelainan metabolisme
  • infeksi
  • adanya racun
  • kecelakaan pada kepala
  • tumor.
  • Neuritis adalah luka pada neuron atau sel saraf. Dikarenakan oleh infeksi, kekurangan vitamin, karena pengaruh obat-obatan serta racun.
  • Amnesia atau penyakit lupa yaitu sulit mengingat kejadian-kejadian yang sudah berlalu. Amnesia bisa disebabkan karena goncangan batin atau cidera pada otak.
  • Stroke
  • kerusakan otak akibat pecah, penyempitan, atau tersumbatnya pembuluh darah di otak. Strok umum terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi.




Cara Merubah File PDF ke Word

5 Cara Praktis  Merubah File PDF ke Microsoft Word 1. Merubah PDF ke Word dengan Google Docs Google menyediakan layanan gratis seperti Docs ...