Virus


PENGERTIAN VIRUS

      Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
    Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau)
Sejarah virus
    Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Para penemu virus antara lain D. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau, dilanjutkan M. Beijerinck (1898), Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever), Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage, Wendell M. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology.


1. Ciri-ciri Virus
- Berukuran ultra mikroskopis
- Parasit sejati/parasit obligat
- Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
- Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
- Dapat dikristalkan
- Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup


2. Struktur dan anatomi Virus

Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:
a. Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
b. Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
c. Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.
d. Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.

Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.
Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

3. Reproduksi Virus

Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari:
a. Daur litik (litic cycle)
1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.
2. Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.
3. Fase Sintesis (pembentukan)


DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.
4. Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.
5. Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru.
b. Daur lisogenik (lisogenic cycle)
1. Fase Penggabungan


Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus.
2. Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan.
3. Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian viirus
4. Fase Perakitan
Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru
5. Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru


4. Klasifikasi Virus
Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA.

a. Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus


b. Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus


5. Peran Virus dalam Kehidupan Manusia

a. Virus yang menguntungkan, berfungsi untuk:
1. Membuat antitoksin
2. Melemahkan bakteri
3. Memproduksi vaksin
4. Menyerang patogen


b. Virus yang merugikan, penyakit-penyakit yang disebabkan virus antara lain:
1. Pada Tumbuh-tumbuhan
Mozaik pada daun tembakau Tobacco Mozaic Virus
Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus
2. Mozaik pada tomat Tomato Aucuba Mozaic Virus
Kerusakan floem pada jeruk Citrus Vein Phloem Degeneration
3. Pada Hewan
Tetelo pada Unggas New Castle Disease Virus
Cacar pada sapi Vicinia Virus
Lidah biru pada biri-biri Orbivirus
Tumor kelenjar susu monyet Monkey Mammary Tumor Virus
4. Pada Manusia
Influensa Influenzavirus
AIDS Retrovirus
SARS Coronavirus
Flu burung Avianvirus


6. Pertahanan Diri Terhadap Serangan Virus

Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit disebut virulensi. Virulensi virus ditentukan oleh:
a. keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan inang yang memudahkan virus untuk melekat
b. kemampuan virus menginfeksi sel
c. kecepatan replikasi virus dalam sel inang
d. kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus
Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, kulit yang luka. Jika ada virus yang masuk, sel tubuh akan mempertahankan dengan menghasilkan sel fagosit, antibodi, dan interferon (protein khas)


Contoh pengaruh virus dalam perikanan :
     Satu virus baru yang dapat menyebabkan kematian secara masal telah menyerang ikan mas (Cyprinus carpio) dan koi (Cyprinus carpio koi) dilaporkan mulai terjadi pada awal Tahun 1996 di Inggris (Ilouze, et al., 2006a), musim semi Tahun 1998 di Israel (Perelberg, et al., 2003) dan Korea (Choi, et al., 2004) dan menyebar ke Amerika Utara, Eropa dan Asia Tenggara (Dishon, et al., 2002) termasuk Indonesia. Di Jepang, wabah penyakit ini terjadi pada Oktober 2003 di Danau Kasumigura yang merupakan tempat utama produksi budidaya ikan mas (Haramoto, et al., 2007), sedangkan di Amerika, isolat virus sudah didapatkan pada Tahun 1998 dan wabah penyakit ini sudah menyebabkan kematian pada ikan mas liar di Sungai Chadakoin pada Tahun 2004 (Grimmett, et al., 2006). Penyakit ini dapat menyerang berbagai ukuran ikan mulai larva hingga induk, biasanya terjadi pada kisaran suhu 18-28 oC dan dapat menyebabkan kematian 80-100% (Perelberg, et al., 2003; Gilad, et al., 2003; Ilouze, et al., 2006a). Pada ikan sakit, paling sering teramati luka pada insang, sisik, ginjal, limfa, jantung dan sistem gastrointestinal (Ilouze, et al., 2006a). Secara visual pada bagian eksternal tubuh, dapat teramati adanya warna sisik yang gelap dan nekrosis insang yang akut (Choi, et al., 2004) dan hemoragik pada dasar sirip punggung, sisip dada, dan sirip anus (Grimmett, et al., 2006), sedangkan secara histologi dapat teramati adanya perubahan pada insang berupa kehilangan lamela (Pikarsky, et al., 2004).
      Serangan virus ini telah menyebabkan kerugian yang sangat besar pada industri akuakultur mengingat dua jenis ikan yang diserang merupakan komoditas utama ikan konsumsi dan ikan hias. Di Israel, penyakit ini telah menyebar ke 90% budidaya ikan mas di semua bagian negara (Perelberg, et al., 2003). Hal serupa juga terjadi di Indonesia, penyebaran penyakit ini telah melintasi hampir semua daerah budidaya ikan mas.  Kegiatan budidaya yang intensif, pameran ikan koi dan perdagangan aktif domestik dan internasional yang hampir tidak ada pembatasan dan pemeriksaan atau penerapan program karantina merupakan penyebab penyebaran yang sangat cepat penyakit ini secara global (Gilad, et al., 2003, Pikarsky, et al., 2004).


By - Tarjo 
    Struktur, Bentuk & Macam-macam  Virus-Dalam Ilmu Biologi pada artikel sebelumnya telah kita bahas Pengklasifikasian Makhluk Hidup. di Materi ini akan kita bahas tentang apa itu Virus? Bagaimana struktur,Bentuk dan Ukuran Virus? dan kita akan membahas klasifikasi,perkembangbiakan dan peranan Virus. ayo kita mulai,,,,


A. Virus Organisme Aseluler

Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadangmengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). Sebagai agen penyakit, virus dapat menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai
agen hereditas, virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat.

B. Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus

1. Ciri-ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri, antara lain:
a. Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
b. Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma.
c. Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat.
d. Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup.
e. Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
f. Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun.
g. Bersifat parasit.

C. Klasifikasi Virus
Virus diklasifikasikan berdasarkan:

1. Berdasarkan Tempat Hidupnya

a. Virus bakteri (bakteriofage)

Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup.Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab AIDS, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA. Pada virus RNA, RNA "baru" dibuat dengan cara menggandakan langsung RNA "lama" atau dengan lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis, D'Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya.

b. Virus tumbuhan

Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).

c. Virus hewan
Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.

2. Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat

Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).

3. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
a. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus)

Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Membran terdiri dari dua lipid dan protein, (biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus.
b. Virus yang tidak memiliki selubung
Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.

D. Perkembangbiakan Virus

Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk hidup lain, yaitu bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi.



1. Tahap-tahap Perkembangbiakan Virus
Daur virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik.

a. Daur litik
1) Absorbsi (fase penempelan).
2) Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
3) Sintesis (fase pembentukan).
4) Perakitan.
5) Lisis (fase pemecahan sel inang).
b. Daur lisogenik
Kadang-kadang virus ini melakukan daur lisogenik dengan tahaptahapnya:
1) Fase absorbsi.
2) Fase injeksi.
3) Fase penggabungan.
4) Fase pembelahan.
5) Fase sintesis.
6) Fase perakitan.
7) Fase litik

2. Pembajakan Lima Langkah

Virus menggandakan dirinya sendiri dengan membajak materi genetik dari suatu sel hidup. Urutan lima langkah ini memperlihatkan bagaimana bakteriofage T4 melaksanakan proses ini.
a. Siklus dimulai dengan merekatkan diri ke dinding sel bakteri.
b. Selama tahap penetrasi, DNA virus masuk ke sel.

c. Ia kemudian mengendalikan sel. Proses normal sel terhenti, dan sebagai gantinya ia membuat salinan bagian komponen virus.
d. Dalam tahap penyusunan, bagian-bagian yang berbeda-beda disatukan untuk menghasilkan virus baru.
e. Akhirnya, salinan atau virus "replika" ke luar dari sel.


E. Peranan Virus bagi Kehidupan

1. Virus yang Menguntungkan:
a. Untuk membuat antitoksin.
b. Untuk melemahkan bakteri.
c. Untuk reproduksi vaksin.

2. Virus yang Merugikan:

a. Menyebabkan penyakit pada manusia
1) Orthomyxovirus, yang menyebabkan influenza.
2) Paramyxovirus, menyebabkan penyakit campak.
3) Herpesvirus varicella, menyebabkan cacar air.

4) Corona, menyebabkan SARS (Severe Accute Respiratory Syndroms), merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.
5) Virus Cikungunya, menyebabkan penyakit cikungunya.
6) Virus hepatitis A dan hepatitis B, menyebabkan penyakit hepatitis.
7) Virus Onkogen, menyebabkan kanker.
8) Tagovirus (flavovirus), menyebabkan demam berdarah.
9) HIV (Human Imunodeficiency Virus), menyebabkan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome).

b. Menyebabkan penyakit pada hewan
1) Polyma, penyebab tumor pada hewan.
2) Rous Sarcoma Virus (RSV), penyebab kanker pada ayam.
3) Rhabdovirus, penyebab rabies pada vertebrata (anjing, kera, dan lainlain). Vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur.
4) Tetelo pada ayam atau NCD (New Castle Disease).
5) Penyakit kuku dan mulut pada ternak, seperti sapi dan kambing.

c. Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
1) Virus mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
2) CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
3) Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi. Vektornya adalah wereng hijau dan wereng cokelat.

Perkembangbiakan Generatif Pada Tumbuhan




1.      Pengertian Perkembangbiakan Generatif
Menurut Yudistira (2009: 23-25) perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan melibatkan organ tumbuhan yang berupa bunga. Di dalam bunga terdapat alat perkembangbiakan yang dapat menghasilkan sel kelamin.
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan melibatkan alat perkembangbiakan secara kawin atau seksual karena terjadi peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin wanita (ovum). Peleburan sel gamet disebut pembuahan. Pada tumbuhan biji tertutup, pembuahan didahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik. Pembuahan akan menghasilkan biji. Biji yang jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
2.      Bagian-bagian Bunga
Pada umumnya bunga mempunyai bagian-bagian:
a.       Tangkai bunga
b.      Dasar bunga, merupakan ujung tangkai yang melebar
c.       Perhiasan bunga, terdiri atas:
1)      Kelopak, biasanya berwarna hijau dan merupakan selubung bunga ketika masih kuncup.
2)      Mahkota disebut juga tajuk bunga, warnanya bermacam-macam dan merupakan warna bunga. Ada pula bunga yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Bunga ini disebut bunga telanjang. Ada juga bunga yang mahkota dan kelopaknya tidak dapat dibedakan. Perhiasan bunga ini disebut tenda bunga, misalnya pada bunga anggrek.
d.      Alat kelamin bunga
1)      Alat kelamin jantan, yaitu benang sari, yang terdiri atas dua bagian. Yaitu tangkai sari dan kepala sari. Di kepala sari terdapat serbuk sari.
2)      Alat kelamin betina, yaitu putik. Putik mempunyai bagian-bagian:
a)      Bakal buah, yaitu bagian putik yang kelihatan membesar dan terletak di atas dasar bunga.
b)      Tangkai putik, berbentuk seperti benang, terdapat di sebelah atas bakal buah.
c)      Kepala putik, terdapat pada ujung tangkai putik.
3.      Macam-macam Bunga
Menurut Dwi Suhartanti dkk. (2009: 20-25) berdasarkan kelengkapan bagian-bagiannya, bunga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a.Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga (putik, benang sari, mahkota, dan kelopak). Contohnya, bunga sepatu, bunga cabe, dan bunga jambu.
b.     Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki satu atau lebih bagian-bagian bunga. Sebagai contoh, bunga kelapa dan bunga salak tidak memiliki putik.
Atas dasar kelengkapan alat perkembangbiakan, terdapat dua macam bunga.
a.Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki dua alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya, bunga kacang tanah.
b.Bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki satu alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga jagung.
Berdasarkan keberadaan alat perkembangbiakannya, terdapat dua macam tumbuhan, yaitu sebagai berikut.
a.   Tumbuhan berumah dua, yaitu apabila dalam satu tumbuhan hanya memiliki satu macam alat perkembangbiakan (benang sari saja atau putik saja). Contohnya, bunga salak dan bunga belinjo.
b.      Tumbuhan berumah satu, yaitu apabila dalam satu tumbuhan terdapat dua macam alat perkembangbiakan (benang sari dan putik). Contohnya bunga jambu dan bunga mangga.
4.      Penyerbukan (Polinasi)
Peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik disebut penyerbukan. Peristiwa penyerbukan memungkinkan serbuk sari membentuk buluh serbuk untuk mengantarkan inti ke dalam bakal biji.
Berdasarkan asal serbuk sari dapat dibedakan 4 macam penyerbukan, yaitu:
a.Penyerbukan sendiri (autogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga itu sendiri.
b.Penyerbukan tetangga (geitonogami): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga lain yang sepohon.
c. Penyerbukan silang (allogami): serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga tanaman lain yang sejenis.
d.   Penyerbukan bastar (hibridasi): serbuk sari jatuh pada kepala putik bunga tanaman lain yang berbeda varietas (misalnya penyerbukan antara mangga gadung dengan mangga golek).
Penyerbukan juga dapat dibedakan berdasarkan faktor perantaranya, antara lain:
a.   Penyerbukan oleh angin (anemogami). Tumbuan yang penyerbukannya dibantu oleh angin mempunyai ciri-ciri: serbuk sari ringan, kecil, dan banyak, putik berbentuk seperti bulu ayam, perhiasan bunga tidak mencolok. Adapula yang tidak mempunyai perhiasan bunga. Contohnya bunga jagung, bunga padi.
b.Penyerbukan dengan perantaraan air (hidrogami), terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, misalnya hydrilla.
c.Penyerbukan dengan perantaraan hewan (zoidiogami), misalnya oleh serangga (entomogami), kelelawar (kriptorogami), burung (ornitogami), siput (malakogami). Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh hewan mempunyai ciri-ciri: warna menarik, serbuk sari lengket dan menghasilkan sesuatu yang menarik hewan perantara.
d.    Penyerbukan oleh manusia, contohnya sayuran, bunga anggrek dan tanaman vanili.
5.      Pembuahan (Fertilisasi)
Setelah terjadi penyerbukan, pada umumnya diikuti peristiwa pembuahan. Pembuahan adalah peristiwa peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Namun, tidak semua peristiwa penyerbukan selalu diikuti dengan pembuahan. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor berikut.
a.Serbuk sari telah masak, namun sel telur belum siap dibuahi.
b. Sel telur siap dibuahi, namun serbuk sari belum masak. Akibatnya, pada saat serbuk sari menghasilkan sel kelamin, sel telurnya telah mati.
c.  Letak kepala putik lebih tinggi daripada benang sari.

Zat Makanan Dan Peranannya Dalam Tubuh



Zat makanan dapat digolongkan menjadi zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Makronutrien merupakan zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Zat makanan yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Adapun mikronutrien merupakan zat makanan yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Contoh mikronutrien adalah vitamin dan mineral (Karmana, 2008 : 154).
1.      Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas tiga unsur utama, yakni karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O). Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Karbohidrat juga berperan sebagai komponen struktur sel, menjaga keseimbangan asam basa dalam sel, dan membantu penyerapan kalsium.
Dilihat dari gugus gula penyusunnya, karbohidrat dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida (Aryulina, et al. 2007: 154).
a.       Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula. Monosakarida memiliki rasa manis dan mudah larut dalam air (Aryulina, Diah, ddk, 2007: 154).
Berdasarkan unsur karbon, molekul monosakarida dapat dibedakan menjadi:
1)      triosa; mengandung tiga atom C, contohnya gliserol-dehida dan hidroksi aseton;
2)      tetrosa; mengandung empat atom C, contohnya eritrosa dan treosa;
3)      pentosa; mengandung lima atom C, contohnya ribose dan arabinosa;
4)      heksosa; mengandung enam atom C, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa
        (Karmana, 2008 : 154).
b.      Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula. Disakarida juga memiliki rasa manis dan mudah larut dalam air. Contoh disakarida adalah laktosa (gabungan antara glukosa dan galaktosa), sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa), dan maltose (gabungan antara glukosa dan glukosa) (Aryulina, et al. 2007: 154).
c.       Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula. Polisakarida biasanya tidak berasa dan sukar larut dalam air. Contoh polisakarida adalah amilum yang terdiri dari 60 – 300 gugus gula berupa glukosa, glikogen (yang tersusun dari 12-16 gugus gula), dan selulosa, pectin, lignin, serta kitin yang tersusun dari ratusan hingga ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya (Aryulina, et al.  2007: 155).
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam suatu makanan, dapat digunakan larutan biuret yang diteteskan pada bahan makanan yang telah disediakan. Apabila makanan tersebut mengandung karbohidrat, maka akan timbul warna biru kehitaman pada bahan makanan yang dicampur biuret.
2.      Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam eter, kloroform, benzene atau alcohol. Lemak terdiri atas rantai panjang dengan ikatan hidrokarbon alifatik dan bersifat hidrofobik (Karmana, 2008 : 159).
Berdasarkan komposisi kimianya, senyawa lemak dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan derivat lemak.
a.       Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin, malam atau plastisin (lemak sederhana yang padat pada suhu kamar), dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).
b.      Lemak Campuran
Lemak campuran merukpakan lemak gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak seperti fosfat, protein, dan glukosa. Misalnya, lipoprotein yang merupakan gabungan antara lipid dengan protein, fosfolipid yang merupakan gabungan antara lipid dan fosfat, serta fosfatidilkolin (yang merupakan gabungan anatara lipid, fosfat, dan kolin).
c.       Derivat Lemak
Derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya kolesterol, asam lemak, kolesterol, dan gliserol. Kolesterol merupakan komponen utama pada membran sel hewan dan juga merupakan precursor (senyawa pemula) untuk membuat hormon steroid, seperti kortikosteroid dan hormon seks.
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat dalam suatu makanan, dapat dilakukan dengan cara meneteskan bahan makanan ke kertas minyak. Apabila terdapat lemak maka kertas minyak tersebut akan terlihat transparan. Selain itu, dapat digunakan campuarn bahan makanan, etanol, dan air. Apabila makanan tersebut mengandung lemak, maka akan timbul emulsi putih pada campuran bahan makanan tersebut.
3.      Protein
Protein merupakan makromolekul. Protein terdiri dari satu atau lebih polimer. Setiap polimer tersusun atas monomer yang disebut asam amino. Masing-masing asam amino mengandung satu atom karbon (C) yang mengikat satu atom hydrogen (H), satu gugus amin (NH2), satu gugus karboksil (-COOH), dan lain-lain (gugus R) (Aryulina, et al. 2007: 159).
Secara umum, protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pelindung tubuh. Fungsi protein lainnya di dalam tubuh adalah:
a.       Mensintesis substansi-substansi penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom
b.      Mendorong pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan struktur tubuh, mulai dari sel, jaringan, hingga organ
c.       Memacu dan berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia dan biologis (biokatalisator)
d.      Menyeimbangkan cairan dalam tubuh (asam-basa) karena bersifat amfoter
e.       Berfungsi sebagai sistem buffer (penyangga pH) yang efektif
f.       Menyediakan energi
g.      Membantu mengatur kemampuan tubuh mendetoksifikasi (menawar racun) zat-zat asing.
(Aryulina, et al. 2007: 160).
Di dalam laboratorium, untuk mengidentifikasi kandungan protein dalam suatu makanan, dapat digunakan larutan lugol yang diteteskan pada bahan makanan yang telah disediakan. Apabila makanan tersebut mengandung protein, maka akan timbul warna ungu pada bahan makanan yang dicampur lugol. 
4.      Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang esensial untuk pertumbuhan dan fungsi biologis yang lain bagi makhluk hidup. Vitamin tidak disintesis dalam tubuh, kecuali vitamin K. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi harus mengandung vitamin. Jika makanan tidak mengandung vitamin, akan mengakibatkan penyakit defisiensi atau avitaminosis.
Menurut sifat kelarutannya, vitamin dapat dibagi mejadi dua golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).
Vitamin merupakan nutrisi makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh makhluk hidup.  

Filum Arthropoda



Filum Arthropoda

Arthropoda adalah (Arthros = berbuku-buku, poda =kaki). Tubuhnya terdiri dari kepala (kaput), dada (toraks) dan perut (abdomen). Jadi Arthropoda merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Sistern peredaran darah terbuka, darah tidak berfungsi mengangkut oksigen dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan. Susunan saraf terdiri dari otak sederhana dan tali saraf perut rangkap.
§  Dibagi Menjadi 4 Kelas :
1.      Crustacea
Tubuhnya terdiri dari sefalotoraks dan abdomen, yang terlindung oleh rangka luar yang keras. Umumnya hidup di perairan.

Ø  Terdiri dari dua kelompok besar :
a.       Entomostraka  crustacea miroskopik; hidup sebagai zooplankton. Meliputi ordo Branchiopoda, Ostrcoda, Branchiura  parasit, Copepoda  parasit beberapa ikan dan Cirripedia, misalnya : Daphnia sp. dan Mesocyclops sp.
b.      Malakostraka  crustacea tingkat tinggi, makroskopik. Meliputi ordo Isopoda, Stomatopoda dan Dekapoda yang memiliki nilai ekonorni bagi manusia, misalnya: Portunus sexdentatus (kepiting) dan Penaeus monodon (udang windu).
2.      Arachnida
Tubuh terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. Bernafas dengan paru-paru buku / paru-paru bersegmen, berkaki delapan (4 pasang). Dibagi Menjadi 3 Ordo :
Ø Arachnoidea (kelompok laba-laba).
Misalnya:
-          Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu)
-          Nephila maculata (kemlandingan)
-          Latrodectus mactans (laba-laba janda hitam beracun dan sengatannya dapat mematikan)
-          Argiope aurantina (laba-laba kebun)
Ø  Scorpionida (kelompok kalajengking)
-          Segmen terakhir abdomen merupakan kelenjar racun telson.
-          Pada mulut terdapat alat pencapit seperti catut pedipalpus, dan semacam gigi. Misalnya:
o   Thelyphonus condutus (kalajengking)
o   Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku)
o   Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)
o   Acarina (kelompok tungau dan caplak) Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks, sebagian besar jenisnya hidup sebagai parasit. Misalnya:
-  Sarcoptes scabiei (caplak kudis, penyebab penyakit kulit kudis scabies= kudis)
- Dermacentor andersoni (caplak pembawa ricketsia penyebab demam typus).
-          Dermacentor variabilis (caplak anjing)
-          Psoroptes ovis (tungau biri-biri).
3.      Myriapoda
                 Merupakan hewan yang memiliki banyak kaki. Misalnya :
-          Lipan (kelabang)
-          Luing
4.      Hexapoda
                 Merupakan hewan yang berkaki enam. Misalnya :
-          Insekta (serangga)
-          Isoptera (rayap atau laron)
-          Hemiptera (wereng, kutu daun, serangga sisik, lalat putih)
-          Orthoptera (serangga bersayap lurus) misalnya:
·         Belalang daun (Phasmida sp)
·         Keceoa

Cara Merubah File PDF ke Word

5 Cara Praktis  Merubah File PDF ke Microsoft Word 1. Merubah PDF ke Word dengan Google Docs Google menyediakan layanan gratis seperti Docs ...